IPS KELAS 6 MATERI CARA-CARA MENGHADAPI BENCANA ALAM

CARA-CARA MENGHADAPI BENCANA ALAM



Bencana datang tanpa diundang. Banjir menggenangi pelosok kota hingga desa. Gempa bumi mengguncang berbagai wilayah. Angin puting beliung memorak-porandakan permukiman penduduk. Tanah longsor terjadi di berbagai daerah dan menimbun permukiman penduduk. Sementara itu, gunung berapi bergolak dan mengancam kehidupan penduduk di sekitarnya.
Bencana tersebut bisa disebabkan oleh faktor alam. Bencana juga bisa disebabkan oleh ulah manusia. Dampak kedua bencana sungguh luar biasa. Harta, benda, rumah, sarana transportasi, dan fasilitas umum hancur berantakan. Bahkan bencana bisa menimbulkan korban jiwa. Apa yang mestinya kita lakukan seandainya bencana itu datang?
A. Antisipasi Bencana Alam
Tahun 2008 ibarat tahun bencana bagi bangsa Indonesia. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan angin topan puting beliung menerjang berbagai
daerah secara bergantian. Bencana alam tersebut meninggalkan kepedihan yang mendalam. Kita semua perlu menyadari bahwa alam Indonesia rawan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Langkah ini disesuaikan dengan karakter bencana.
1. Mengantisipasi Ancaman Gempa Bumi
Gempa bumi adalah gerakan kulit bumi yang terjadi secara mendadak. Dampak gerakan itu bisa menyebabkan kerusakan yang parah.  Bangunan yang ada di atasnya bisa hancur dan menelan korban jiwa. Lihatlah kerusakan akibat gempa di Klaten tahun 2006 di samping.
Terjadinya bencana gempa bumi secara beruntun harus menyadarkan kita semua. Bumi yang kita tempati bisa bergerak dan menimbulkan kerusakan serta mengancam keselamatan jiwa kita. Apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya gempa bumi?
Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah. Kamu harus mengetahuinya:
a. Pemerintah telah membuat peta rawan bencana gempa bumi. Apabila kamu berada di daerah rawan gempa maka kamu harus mempelajarinya.
b. Pemerintah mengadakan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan tentang bencana alam. Hal ini penting untuk menyiapkan kewaspadaan masyarakat di daerah rawan bencana.
c. Pemerintah telah membuat sebuah lembaga yang khusus menangani bencana. Lembaga tersebut adalah Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam. Informasi tentang bencana bisa didapatkan dari lembaga ini.
d. Pemerintah telah membuat posko, membangun beragam fasilitas, dan menyiapkan sukarelawan. Masyarakat harus mengetahuinya secara pasti letak dan fungsinya.

Untuk mengantisipasi bencana gempa ada beberapa langkah yang harus diketahui dan dilakukan masyarakat:
a. Membuat rumah atau bangunan yang sesuai dengan  standar. Bangunan harus dibuat tahan terhadap getaran atau tahan gempa.
b. Mengikuti penyuluhan tentang bencana alam yang diadakan pemerintah atau lembaga terkait. Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kita.
c. Mempersiapkan anggota keluarga untuk menghadapi keadaan darurat. Caranya dengan mencoba beberapa cara penyelamatan. Siapkan perbekalan pengungsian, kenali tanda-tanda peristiwa, patuhi setiap ketentuan saat terjadi gempa, dan pastikan keberadaan anggota keluarga.
d. Membentuk kelompok-kelompok siaga di masyarakat. Antarkelompok harus selalu terjalin komunikasi.
2. Mengantisipasi Ancaman Tsunami
Tsunami adalah gelombang laut pasang yang disebabkan adanya gempa di dasar laut. Tinggi gelombang tsunami bisa mencapai sepuluh meter. Dampak yang ditimbulkannya sungguh dahsyat. Lihatlah dampak tsunami yang terjadi di Aceh tanggal 26 Desember 2004 di samping! Kota pun hancur berantakan.
Peristiwa tsunami Aceh tersebut menggugah kesadaran kita. Laut yang kelihatan tenang dan aman untuk wisata ternyata menyimpan bencana.
Mari kita kenali tanda-tandanya. Saat terjadi gempa di dasar samudra tiba-tiba air laut di pantai menjadi surut. Apabila kamu melihat hal itu bersegeralah mencari tempat yang tinggi. Bisa jadi itulah awal mula akan datangnya gelombang tsunami.

Berikut langkah yang ditempuh pemerintah untuk menghadapi tsunami:
a. Pemerintah telah membangun Taman
Edukasi Tsunami di Aceh pada tahun 2008. Di dalam taman edukasi ini terdapat simulator tsunami yang akan mendemonstrasikan tahapan terjadinya tsunami. Tujuan pembangunan taman ini adalah untuk sarana pembelajaran.
b. Pemerintah melakukan penyuluhan terhadap masyarakat di pesisir pantai. Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya tsunami.
c. Pemerintah membangun tembok penahan gelombang tsunami. Pemerintah juga menggalakkan penanaman mangrove untuk menjaga air pasang.
d. Pemerintah membangun tempat-tempat evakuasi, lengkap dengan sarana dan prasarananya. Hal ini penting diketahui masyarakat agar bisa digunakan secara maksimal.

Ada beberapa langkah yang harus diketahui dan diterapkan masyarakat.
a. Masyarakat harus menghafalkan karakteristik gempa yang potensial menyebabkan tsunami. Gempa besar yang berpusat di dasar laut bisa menimbulkan suara gemuruh berkepanjangan.
b. Meningkatkan kewaspadaan saat berwisata di kawasan pantai.
c. Mengetahui secara pasti langkah darurat dan tempat-tempat evakuasi.
d. Masyarakat pantai harus turut menjaga kelestarian tanaman mangrove.

3. Mengantisipasi Ancaman Gunung Berapi
Indonesia kaya dengan gunung api. Kita dengan mudah bisa menemukan gunung api di berbagai wilayah. Meletusnya sebuah gunung sebetulnya hal yang biasa terjadi. Namun, dampak letusannya tetap membahayakan masyarakat di sekitar gunung berapi. Kita harus mewaspadainya.
Ancaman letusan gunung berapi ada beragam. Awan panas yaitu campuran material letusan antara gas dan bebatuan. Suhunya antara 300–700°C dengan kecepatan lumpurnya di atas 70 km/jam. Lontaran material pijar yang terjadi ketika letusan berlangsung. Luncuran pijar ini mampu membakar apa pun yang dilaluinya.

Hujan abu terjadi ketika gunung api meletus. Abu yang diterbangkan angin membahayakan pernapasan, mata, pencemaran air tanah, dan merusak tumbuh-tumbuhan. Lava merupakan magma yang mencapai permukaan dalam bentuk cairan kental. Suhunya mencapai 700–1.200°C. Apabila lava mendingin akan menjadi batuan beku.



Gas racun yang keluar bisa menyebabkan kematian. Gas ini tidak selalu berasal dari letusan gunung api. Gas ini dapat keluar melalui rekahanrekahan yang terdapat di daerah gunung api. Kita pernah mengalaminya saat kawah Sinila di Pegunungan Dieng mengeluarkan gas beracun. Ratusan penduduk di kawasan Dieng tewas.
Gunung meletus juga bisa menyebabkan tsunami. Hal ini terjadi pada gunung berapi yang terdapat di laut seperti letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Untuk menghadapi bencana gunung berapi, pemerintah melakukan langkahlangkah sebagai berikut:
a. Pemerintah selalu memantau
aktivitas gunung berapi. Gambar di samping merupakan kawah Gunung Merapi yang dipotret dari udara. Di setiap gunung berapi terdapat stasiun pengamatan atau gardu pandang. Fungsinya untuk mengantisipasi bahaya yang akan muncul.
b. Pemerintah memetakan kawasan bahaya gunung berapi. Pemetaan dilakukan terhadap jalur-jalur awan panas dan permukiman penduduk. Dengan begitu akan mempermudah evakuasi saat terjadi letusan gunung berapi.
c. Pemerintah melakukan sosialisasi dalam bentuk pameran atau penyuluhan. Lembaga terkait juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terkait untuk menyiapkan antisipasi. Penyuluhan juga dilakukan terhadap penduduk di sekitar gunung berapi.
d. Pemerintah membangun sabo, barak pengungsian, jalur evakuasi, dan memberdayakan penduduk sekitar.



Ada beberapa langkah yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat:

a. Masyarakat di sekitar gunung berapi harus mengetahui secara pasti tempat dan jalur evakuasi. Tempat penampungan atau barak beserta jalur evakuasi harus dirawat dan dalam kondisi siap pakai. Hal ini penting agar saat gunung meletus tidak terjadi kepanikan.
b. Masyarakat harus mengenali tanda-tanda terjadinya bencana gunung berapi. Misalnya turunnya binatang dari puncak atau menyengatnya bau belerang.
c. Masyarakat harus mematuhi pengumuman dari instansi berwenang. Misalnya dalam penetapan status gunung berapi. Tahap-tahap status gunung yang akan meletus selalu diumumkan pemerintah. Harapannya masyarakat sadar dan menyiapkan langkah-langkah pengamanan.

4. Mengantisipasi Ancaman Tanah Longsor
Tanah longsor adalah gerakan tanah dan bebatuan pada lereng sebuah gunung. Dampaknya sungguh luar biasa. Bayangkan apabila tanah di lereng itu melorot ke bawah! Bangunan dan permukiman penduduk akan tertimbun. Sarana transportasi, air minum, dan beragam fasilitas sosial akan rusak.



Tanah di lereng gunung bisa longsor karena adanya peningkatan kandungan air di perut gunung. Penyebab lain adalah pembangunan permukiman di lereng gunung dan pemotongan kaki lereng. Hal ini menyebabkan lereng tidak memiliki penahan atau penyangga.

Seiring meningkatnya curah hujan, beberapa daerah potensial terjadi tanah longsor. Ada beberapa langkah yang ditempuh oleh pemerintah:
a. Pemerintah telah memetakan gunung atau bukit yang rawan longsor. Warga di sekitarnya harus mengetahuinya.
b. Pemerintah membuat peraturan yang melarang pembangunan permukiman tanpa memedulikan keselamatan lingkungan. Hal ini terutama dilakukan di kawasan yang rentan tanah longsor.
c. Pemerintah menggalakkan penghijauan untuk mengantisipasi bencana tanah longsor.
d. Pemerintah telah membangun beragam prasarana pengaman seperti tanggul, drainase, dan memindahkan penduduk yang berada di kawasan rawan longsor.





Masyarakat harus aktif menyelamatkan lingkungan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan masyarakat.

a. Menjaga kelestarian lingkungan pegunungan. Misalnya dengan membuat terasering, menghijaukan bukit, dan memelihara saluran drainase.
b. Masyarakat harus sadar untuk tidak membangun rumah secara sembarangan di perbukitan. Pembangunan rumah akan menyebabkan bukit kelebihan beban.
c. Masyarakat harus menghentikan penambangan liar di kaki bukit. Penambangan akan berakibat fatal bagi masyarakat umum.

5. Mengantisipasi Ancaman Bencana Banjir
Setiap musim hujan Indonesia dilanda Bencana banjir. Banjir adalah keadaan saat suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar. Bahkan pada awal tahun 2008 di Indonesia terjadi banjir bandang. Banjir ini disebabkan tersumbatnya sungai atau akibat penggundulan hutan. Dampak banjir sungguh luar biasa. Bayangkan apabila kota seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Surakarta terendam air selama berhari-hari! Dampak terparah terjadi di daerah-daerah yang rendah. Seluruh aktivitas kita akan terhenti dan terganggunya perekonomian kita.

Betapa penting kita menerapkan pola hidup bersih dan ramah dengan lingkungan. Ada beberapa langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengantisipasi bencana banjir:
a. Pemerintah telah membuat peta daerah-daerah yang rawan bencana banjir. Diharapkan masyarakat mengetahui dan memahaminya agar waspada.

b. Pemerintah mengadakan sosialisasi tentang segala hal mengenai bencana banjir. Dengan cara melalui penyuluhan, pelatihan penanggulangan, atau menyebar selebaran.
c. Pemerintah menggalakkan program penghijauan di wilayah hulu atau pegunungan. Hal ini untuk mengurangi terjadinya bencana banjir bandang.
d. Pemerintah telah menyiapkan posko bencana banjir sejak pusat hingga tingkat RT/RW. Kekompakan seluruh warga juga memudahkan penanganan apabila terjadi bencana.


Dampak bencana banjir bisa dikurangi apabila masyarakat aktif berperan serta di dalamnya. Ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh masyarakat:
a. Membiasakan hidup bersih dan sehat. Buanglah sampah pada tempatnya. Ingat, sungai bukan tempat sampah! Perilaku membuang sampah di sungai harus dihentikan karena bisa menyebabkan banjir.
b. Tidak membangun rumah di bantaran sungai. Masyarakat justru harus membersihkan sungai secara teratur.
c. Meletakkan dokumen penting secara benar. Sewaktu-waktu terjadi banjir harus diselamatkan. Selain itu, kenali tanda-tanda terjadinya bencana banjir.

6. Mengantisipasi Ancaman Bencana Angin Topan
Angin topan atau angin putting beliung terjadi di Indonesia pada tahun 2007/2008. Ciri khas angin ini adalah terjadinya pusaran angin secara mendadak dengan kecepatan 120 km/jam atau lebih. Angin ini disebabkan adanya perbedaan tekanan cuaca. Bentuk angin ini seperti cerobong raksasa dengan daya hancur yang luar biasa.
Dampak angin puting beliung bisa merusakkan apa pun yang dilalui. Untuk mengantisipasi bencana angin putting beliung, pemerintah melakukan hal-hal berikut:

a. Pemerintah secara berkala telah membuat prakiraan cuaca. Di dalamnya diberitakan kemungkinan datangnya badai atau angin topan. Ini penting untuk diketahui dan disadari masyarakat.
b. Pemerintah menggunakan satelit atau radar untuk memantau arah angin. Hal ini selalu dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan.
c. Pemerintah mengadakan penyuluhan dan pelatihan untuk mengurangi dampak bencana angin topan atau puting beliung.
Bencana angin topan atau angin puting beliung memang mendadak. Namun, masyarakat bisa mengantisipasinya agar dampak kerusakannya bisa diperkecil. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan masyarakat:
a. Membuat bangunan yang kuat dari sisi rancang bangun dan tahan terhadap tiupan atau pusaran angin. Hal ini penting untuk diketahui penduduk yang tinggal di jalur bertiupnya angin.
b. Mengurangi penggunaan bahan-bahan yang mudah terbang dalam pembuatan rumah atau bangunan.
c. Menggalakkan penghijauan untuk mengurangi dan meredam gaya angin.

7. Mengantisipasi Ancaman Bencana Kebakaran Hutan
Indonesia kaya dengan hutan tropis. Hutan kita pun menyimpan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Hutan kita pun diakui sebagai paru-paru dunia. Namun, kesalahan kita dalam mengelola hutan menyebabkan bencana dan kerusakan lingkungan. Alam kita menjadi rusak parah.
Tumbuhan dan hewan langka kita musnah. Kayu yang berumur ratusan tahun menjadi abu. Tanah longsor dan banjir bandang pun mengancam setiap saat. Kebakaran hutan juga mengakibatkan bencana kabut asap di Negara tetangga. Kebakaran hutan memang tidak hanya disebabkan ulah manusia. Ada yang disebabkan perubahan iklim sebagai dampak El Nino. Namun, Factor manusia tampaknya tetap sebagai factor utama rusaknya hutan kita. Misalnya dalam kasus pelanggaran hak pengusahaan hutan (illegal logging).
Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kebakaran hutan:
a. Pemerintah bekerja sama dengan PBB dan negara lain untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Penyelamatan hutan memang menjadi agenda bersama Negara-negara di dunia. Hal ini disebabkan meningkatnya pemanasan global (global warming).
b. Pemerintah melarang dan menerapkan sanksi yang keras bagi pelaku illegal logging. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat sadar terhadap bahaya yang akan muncul.
c. Pemerintah melarang pembukaan hutan secara membabi buta tanpa memerhatikan aspek kelestarian lingkungan.
d. Pemerintah memberikan penyuluhan dan pelatihan terhadap masyarakat di sekitar hutan tentang pentingnya kelestarian hutan. Hal ini penting mengingat penduduk di sekitar hutan sering membuka hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka biasa menerapkan lading berpindah untuk mata pencahariannya.

Upaya dan langkah pemerintah itu tidak akan bermanfaat apabila masyarakat tidak menyadarinya. Langkah-langkah yang harus ditempuh masyarakat sebagai berikut:
a. Menghentikan kebiasaan membuka hutan untuk dijadikan ladang. Hal ini penting karena saat membuka hutan biasanya penduduk membakar ranting, daun, dan dahan yang bisa menyebabkan kebakaran.
b. Membiasakan hidup disiplin terutama saat berada di kawasan hutan. Misalnya segera mematikan api atau puntung rokok untuk menghindari kebakaran hutan.
c. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian hutan. Hutan tidak hanya milik kita, tetapi juga bagi anak cucu kita.

Itulah beberapa tindakan pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya bencana alam. Manusia tetap merupakan pelaku utama dalam penyelamatan lingkungan. Hal ini penting karena manusia pula yang terancam keselamatan harta dan jiwanya.

B. Tindakan Saat Terjadi Bencana Alam
Kita semua tidak ingin hidup menderita karena bencana. Namun, kita tidak bisa menghindar saat bencana datang di hadapan kita. Bahkan banyak saudara atau teman kita yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Berikut ini beberapa cara dan kiat yang harus kita lakukan saat terjadi bencana.
1. Tindakan Saat Gempa Bumi
Sebagian besar dari kita akan panic saat terjadi gempa bumi. Ibu-ibu berteriak, ”Gempa . . . Gempa.” Sementara itu bapak memukul kentungan atau apa pun sebagai tanda terjadinya gempa. Desa atau kota pun akan terdengar gemuruh karena kepanikan orang-orang.
Kepanikan tersebut bisa jadi mengurangi kewaspadaan. Orang menjadi bingung dengan langkah yang akan diambilnya. Mereka kadang berlari-lari ke sana kemari mengikuti kemauan orang.
Saat tiba-tiba lampu atau benda-benda di sekitar rumahmu bergoyang, bisa jadi itu tanda atau gejala terjadinya gempa. Apabila kamu merasakan adanya getaran atau melihat hal itu, kamu harus segera menyelamatkan diri. Caranya sebagai berikut:
a. Apabila kamu berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.
b. Apabila kamu di dalam ruangan rumahmu, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu. Ingat! Jangan berlindung di balik lemari karena bisa roboh akibat getaran gempa.
c. Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburuburu keluar rumah.

d. Apabila kamu berada di luar rumah, hindarilah bangunan tinggi, papan reklame, atau tiang listrik. Bangunan-bangunan itu bisa roboh akibat gempa.
e. Jangan berlindung di bawah pohon yang besar atau tinggi. Pohon juga bisa tumbang akibat getaran gempa.
f. Selamatkan dirimu dengan mencari ruangan terbuka seperti lapangan atau sawah.
g. Setelah gempa usai jangan buru-buru masuk ke rumah. Bisa jadi akan terjadi gempa susulan yang lebih besar.
h. Tunggulah dengan tenang di tanah lapang, biarkan orang tuamu mencari informasi tentang gempa.

2. Tindakan Saat Terjadi Tsunami
Tsunami diakibatkan oleh gempa bumi. Jarak waktu antara gempa dan tsunami biasanya 40 menit. Apabila kamu tengah berwisata di pantai atau rumahmu di pesisir, waspadalah saat merasakan getaran gempa. Amatilah dengan cermat air laut di pantai.
Apabila tiba-tiba surut, kamu harus segera mencari tempat yang tinggi. Ajaklah orang tuamu segera meninggalkan kawasan itu beberapa saat. Pemerintah akan segera member informasi tentang kejadian yang sebenarnya.

Ingat! Tidak setiap gempa menyebabkan tsunami. Oleh karena itu, jangan takut berlibur ke pantai. Gempa bisa menyebabkan tsunami apabila getarannya sangat kuat di atas 6 Skala Richter. Gempa ini akan mengakibatkan kerusakan hebat.
Tsunami biasanya diawali surutnya air laut secara mendadak hingga dasar laut menjadi kelihatan. Selanjutnya, terdengar suara gemuruh dari arah laut. Ingat! Bukan suara ombak atau gelombang yang sering terdengar saat ditiup angin.

3. Tindakan Saat Gunung Api Meletus
Tanda atau gejala akan meletusnya sebuah gunung selalu diberitakan oleh pemerintah. Badan Vulkanologi senantiasa memantau aktivitas gunung api yang ada di Indonesia. Pemantauan dilakukan oleh pos-pos yang dipasang di kawasan gunung berapi.
Badan tersebut akan menentukan status gunung api yang meletus sesuai dengan kondisi aktivitas gunung. Misalnya status ”Waspada”, ”Siap”, atau ”Awas”. Setiap penentuan status oleh pemerintah harus diikuti dan dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini penting untuk mengurangi jumlah korban jiwa atau kerusakan.
Apabila gunung benar-benar meletus, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan:
a. Ajaklah orang tuamu untuk menghindari daerah bahaya. Yang dimaksud daerah bahaya adalah lereng gunung, lembah, atau kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
b. Pemerintah akan menyediakan angkutan untuk pengungsian. Masyarakat harus mengungsi ke barak pengungsian.
c. Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Kamu bisa mengenakan masker, topi, celana panjang, dan baju lengan panjang.
d. Abu letusan berbahaya bagi tubuh. Usahakan jangan menghirup secara langsung udara yang terkena abu letusan.
e. Patuhilah pedoman dan perintah dari instansi berwenang tentang upaya penanggulangan bencana. Jangan mudah terhasut untuk segera kembali ke rumah saat status masih dalam bahaya.

4. Tindakan Saat Terjadi Tanah Longsor
Tanah longsor bisa terjadi di lereng sebuah bukit atau pegunungan. Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Namun, sebetulnya pemerintah telah lama memetakan daerah-daerah yang rawan longsor. Apabila masyarakat mengetahui informasi dan mematuhinya maka jatuhnya korban bisa dikurangi.
Apabila kamu telah mendengar informasi mengenai gejala akan terjadinya tanah longsor, lakukan hal-hal berikut ini:

a. Waspadai turunnya hujan deras secara terus-menerus di kawasan bukit atau pegunungan di sekitarmu. Bencana tanah longsor sering terjadi karena banyaknya curah hujan di kawasan tersebut. Hal ini pernah terjadi di Tawangmangu, Karanganyar sebelum terjadi tanah longsor.
b. Ajaklah orang tuamu untuk mengungsi ke tempat saudaramu yang jauh dari lokasi tersebut. Hal ini penting karena kita tidak bisa menduga datangnya tanah longsor.
c. Rawat dan simpanlah dokumen-dokumen penting milikmu dan keluargamu. Pastikan dokumen itu mudah kamu bawa pergi seandainya harus mengungsi.
d. Tetap tenanglah di tempat pengungsian sambil pantau berita yang pasti dari pemerintah setempat. Hal ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran mengenai bencana tersebut.

5. Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir
Bencana banjir sering terjadi pada musim hujan. Sebagian besar kota-kota di Indonesia terkena bencana banjir. Keteledoran kita dalam merawat lingkungan menyebabkan bencana banjir. Saat hujan turun dengan deras, air tidak mendapat saluran pembuangan. Air pun menggenangi daratan dan permukiman kita.
Apabila air di sekitar tempat tinggalmu semakin tinggi, lakukan hal-hal berikut ini:
a. Bawalah dokumen berharga dan perlengkapan pengungsian yang penting. Matikan listrik, kompor, dan pastikan rumah dalam kondisi terkunci.
b. Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Hati-hatilah saat melewati kabel-kabel atau benda-benda yang mengandung listrik.
c. Untuk sementara waktu mungkin akan kesulitan air bersih. Namun, jangan coba minum atau mandi dengan air banjir. Kamu bisa sakit gatal dan terkena radang.

6. Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan
Angin topan atau puting beliung bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanda-tanda akan datangnya angin topan adalah adanya gumpalan awan yang gelap, besar, dan tinggi. Petir dan guruh terdengar menggelegar. Apabila kamu mendengar suara gemuruh dari kejauhan, segera lakukan hal-hal berikut ini:
a. Segera masukkan benda-benda penting yang berada di luar ke dalam rumah. Hal ini penting agar tidak terbawa angin. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat. Pusaran angin bisa masuk melalui lubang-lubang tersebut. Akibatnya bisa fatal, seluruh rumah bisa porak-poranda terbawa angin.
b. Apabila angin semakin kencang, segera matikan aliran listrik dan kompor. Ingat! Selama ada angin kencang jangan menyalakan televisi, radio, atau benda-benda yang menggunakan arus listrik.
c. Tenanglah beberapa saat di dalam rumah. Jangan mencoba melihat ke luar rumah. Biarkan orang tuamu mencari berita secara pasti tentang bencana tersebut.

7. Tindakan Saat Terjadi Kebakaran Hutan
Hutan adalah kekayaan alam kita. Kebakaran yang terjadi pada hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah dan masyarakat di sekitar hutan mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mengatasi kebakaran hutan. Gambar di samping adalah contoh pemadaman kebakaran hutan dengan bantuan helikopter. Negara Indonesia telah menjalin kerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi bencana tersebut.
Wilayahmu mungkin jauh dari hutan. Namun, bukan berarti kita tidak peduli dengan musibah tersebut. Ada beberapa langkah yang harus kamu biasakan:
a. Apabila kamu sedang berkemahberhati-hatilah dalam menggunakan api. Tegur orang yang membuang puntung rokok secara sembarangan
b. Apabila kamu melihat api di hutan, usahakan untuk memadamkannya. Apabila apinya besar segera beri tahu petugas terdekat agar dipadamkan.
c. Gunakan masker apabila kamu melewati hutan yang terbakar atau kawasan yang terkena kabut asap. Jangan panik dan patuhi petunjuk pimpinan rombonganmu.
Itulah beberapa langkah yang harus kamu ambil saat terjadi bencana. Kita harus tenang saat menghadapi bencana. Ketenangan  kita akan membantu kita menyelamatkan diri.

C. Tindakan Setelah Terjadi Bencana Alam
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa alam. Bentuknya antara lain gempa bumi, gunung meletus, banjir, angin topan, tanah longsor, kebakaran hutan, atau kekeringan. Dampak bencana alam sangat mengancam kehidupan manusia, menyebabkan kerusakan lingkungan, dan berdampak sosial atau psikologis bagi masyarakat. Bencana alam jelas membuat kita sedih dan menderita. Namun, kita tidak bisa berdiam diri dalam kesedihan. Kita harus segera bangkit dari keterpurukan.
Ada beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat beberapa saat setelah terjadinya bencana alam.
1. Peran Pemerintah dalam Tanggap Darurat Bencana
Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera setelah terjadi bencana. Tujuannya untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan bencana. Pemerintah akan segera meneliti, menetapkan status bencana, dan melakukan evakuasi terhadap lokasi dan korban bencana.
Selain itu, pemerintah juga segera memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki sarana vital. Untuk Daerah-daerah bencana biasanya segera dikirim tenda dan beragam bentuk bantuan pangan serta pakaian. Fasilitas air minum dan kebersihan juga segera diadakan oleh pemerintah. Hal ini untuk menghilangkan keresahan sosial.
Setelah terjadinya bencana, pemerintah segera melakukan rekonstruksi fisik dan mental korban. Perbaikan dilakukan menyangkut prasarana umum. Aktivitas pemerintahan dan pendidikan di daerah bencana juga segera diaktifkan kembali. Sementara itu masyarakat diberi kemudahan dalam pelayanan kesehatan.






Pemerintah juga memberikan dana bantuan untuk rekonstruksi perumahan penduduk. Dana diambil dari anggaran penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah. Bantuan kepada masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami warganya.



2. Peran Masyarakat dalam Tanggap Darurat Bencana
Masyarakat korban bencana biasanya menerapkan langkah-langkah darurat sendiri. Secara swadaya mereka mendirikan posko-posko, tenda darurat, atau dapur umum. Tanpa dikomando, para ibu menyediakan makanan untuk bersama. Masyarakat juga mengadakan penjagaan terhadap rumah-rumah yang terkena bencana.
Beberapa saat setelah terjadi bencana, biasanya ada anggota masyarakat yang menjadi relawan. Relawan biasanya menyumbang dana, tenaga, atau menyediakan fasilitas umum. Tanpa disuruh atau dibayar para relawan dengan sekuat tenaga membantu korban bencana.
Salah satu dampak bencana adalah munculnya ikatan solidaritas masyarakat. Masyarakat di kota atau di desa bahu-membahu saling meringankan beban penderitaan. Semua merasa susah dan menderita. Tidak ada yang berpangku tangan. Bencana alam ternyata membawa hikmah terbentuknya kebersamaan.



Itulah beberapa tindakan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat setelah terjadinya bencana. Dengan tanggap darurat maka penderitaan masyarakat bisa mulai dikurangi. Kehidupan pun bisa beranjak normal kembali.








IPS KELAS 6 MATERI CARA-CARA MENGHADAPI BENCANA ALAM Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ROBINN

1 komentar: