CUACA DAN IKLIM


1. Pengertian Cuaca dan Iklim
Keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit disebut cuaca. Waktu yang relatif singkat, tampak dari jangka waktu cuaca yang hanya beberapa jam saja, yaitu adanya perbedaan keadaan di pagi hari dan siang hari. Tempat yang relatif sempit, tampak dari tempat kedua daerah yang berdekatan. Keadaan cuaca pada suatu tempat dapat berubah-ubah setiap waktunya. Ilmu untuk mengkaji tentang cuaca disebut meteorologi.
Iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama (berkisar 30 tahun). Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi. Unsur-unsur yang mempengaruhi cuaca atau iklim adalah sebagai berikut.
a. Radiasi Matahari
Radiasi matahari menyebabkan adanya panas di permukaan bumi. Radiasi matahari datang ke bumi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Daerah yang paling banyak menerima radiasi matahari adalah daerah tropis (antara 23 ½  LU – 23 ½  LS). Semakin ke arah kutub, energy matahari yang diterima semakin sedikit sehingga semakin ke arah kutub udara menjadi semakin dingin.
Radiasi matahari merupakan salah satu penyebab variasi dan perubahan cuaca. Unsur radiasi matahari yang perlu diperhatikan adalah intensitas radiasi dan lamanya radiasi berlangsung. Radiasi matahari yang dipancarkan dan sampai ke atmosfer adalah 100%, kemudian dipantulkan kembali ke luar bumi sebanyak 34%, diserap oleh atmosfer 19%, dan yang mencapai permukaan bumi adalah 47%.
Intensitas radiasi matahari terbesar terjadi di daerah tropis. Intensitas radiasi matahari ini semakin ke arah kutub semakin kecil. Hal ini dipengaruhi oleh sudut datang sinar matahari. Lama radiasi matahari di daerah tropis berkisar 12 jam, sedangkan di daerah kutub akan mendapatkan radiasi matahari selama 6 bulan (6 bulan siang dan 6 bulan malam).

b. Temperatur udara
Derajat panas udara disebut temperatur udara. Temperatur udara di berbagai tempat tidak sama. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah sebagai berikut.
1) Sudut datang sinar matahari
Semakin tegak sudut datang sinar matahari maka energi panas yang diterima semakin besar.
2) Cerah tidaknya cuaca
Semakin cerah cuaca, energi yang sampai ke permukaan bumi semakin banyak.
3) Lama penyinaran matahari
Daerah yang lebih lama menerima radiasi maka daerah tersebut akan semakin panas.
4) Letak lintang
Semakin dekat dengan equator, suhu udara semakin panas.
5) Ketinggian tempat
Semakin mendekati daerah pantai maka suhu udara akan semakin panas. Dan semakin mendekati daerah pegunungan akan semakin dingin.
Menurut Teori Braak, semakin kita naik 100 m, maka suhu udara akan turun 0,61 C. Rumus Teori Braak sebagai berikut.
Tx  =  26,3 - 0,61 h
                            100
Dengan
Tx  : suhu udara pada ketinggian tempat (C)
26,3 C : suhu udara di permukaan air laut
h  : tinggi tempat (m)
Alat untuk mengukur temperatur udara adalah termometer. Termometer yang bisa digunakan untuk mengatur suhu udara adalah termometer dinding dan thermometer maksimum-minimum. Termometer yang dapat mencatat sendiri adalah termograph, sedangkan hasil catatannya disebut termogram.

c. Tekanan udara
Tekanan udara yang diberikan oleh setiap satuan luas bidang datar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer disebut tekanan udara. Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah kerapatan udaranya sehingga tekanan udara semakin ke atas menjadi semakin rendah. Sebaran tekanan udara di suatu daerah dapat digambarkan dalam peta yang ditunjukkan oleh isobar. Isobar merupakan garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama.
Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Barometer yang dapat mencatat sendiri disebut barograph. Hasil pencatatan barograph disebut barogram. Besarnya tekanan udara di permukaan bumi adalah satu atmosfer atau 76 cm Hg.
Dalam ilmu meteorologi, satuan yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah milibar (mb). Tekanan udara 76 cm Hg sama dengan 1,013 mb. Angka tersebut didasarkan pada kerapatan air raksa pada suhu 0 C, yaitu 13,951 dan percepatan gravitasi, yaitu 0,980335. Perhitungannya sebagai berikut.
1 atm               : 76 cm Hg
Tekanan udara : 76 x 13,591 x 0,980335
: 1,01325 (atau dibulatkan menjadi 1,013 mb)
Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tekanan udara adalah temperatur udara. Daerah yang mendapatkan panas secara intensif merupakan daerah yang mempunyai tekanan udara minimum (-). Hal Ini disebabkan oleh mengembangnya udara pada cuaca yang panas. Daerah yang pemanasannya kurang, bertekanan maksimum (+).

d. Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Angin terjadi sebagai akibat adanya perbedaan tekanan udara. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Gerakan udara secara vertikal dinamakan konveksi. Gerakan udara secara horizontal dinamakan adveksi, sedangkan gerakan udara yang tidak teratur disebut dengan turbulensi. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer.
Pada dasarnya jenis angin dapat dibedakan menjadi angin tetap, angin periodik, dan angin lokal.
1) Angin tetap
a) Angin barat adalah angin yang bertiup dari daerah sub-tropik ke kutub sampai pada lintang 60 derajat, baik lintang utara maupun lintang selatan.
b) Angin timur adalah angin yang berasal dari daerah timur dan terdapat pada batas kutub. Angin ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
c) Angin pasat adalah angin yang berhembus terus-menerus dari daerah maksimum sub-tropik  selatan dan utara menuju ke arah khatulistiwa. Sampai di khatulistiwa angin tersebut berbelok sesuai dengan Hukum Buys Ballot. Dua angin pasat, yaitu Angin pasat tenggara dan angin pasat timur laut.
d) Angin anti pasat adalah angin yang arahnya berlawanan dengan angin pasat. Di belahan bumi bagian selatan bertiup angin dari barat laut ke tenggara. Di belahan bumi utara bertiup angin dari barat daya ke  timur laut. Arah angin anti pasat dapat dilihat pada arah awan yang tertinggal atau pada awan/abu gunung berapi.
2) Angin periodik
a) Angin muson
Angin muson adalah angin yang setiap setengah tahun bertiupnya berganti arah.
- Angin muson laut adalah angin yang terjadi pada musim panas, di antara tekanan udara minimum dan di laut maksimum.
- Angin muson darat adalah  angin yang terjadi pada musim dingin, tekanan udara di daratan maksimum dan di laut minimum, bersifat kering.
Untuk Indonesia, angin muson barat membawa hujan, sedang angin muson tenggara pada umumnya tidak membawa hujan karena tidak melalui lautan luas. Di Indonesia bagian barat laut meskipun pada saat itu kering, tetapi karena pada saat yang sama angin timur laut dari Pasifik dibelokkan ke Australia menjadi angin muson. barat laut, dan angin tersebut mengandung uap air, maka pada saat itu Indonesia banyak hujan.
b) Angin darat dan angin laut
Pada malam hari suhu daratan lebih rendah daripada Suhu lautan. Akibatnya, Tekanan udara daratan lebih tinggi daripada tekanan udara lautan. Hal tersebut menyebabkan bergeraknya Udara dari darat ke laut. Angin yang berhembus dari darat ke laut disebut angin darat. Sebaliknya, Pada siang hari saat cuaca menjadi panas, maka tekanan udara di laut menjadi lebih tinggi daripada tekanan udara di daratan. Pada saat itulah akan berhembus angin dari laut ke darat atau yang biasa disebut angin laut. Dua macam Angin ini disebut juga angin muson harian.
c) Angin gunung dan angin lembah
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari lereng gunung ke lembah (terjadi pada malam hari), sedangkan angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke gunung (terjadi pada siang hari).
3) Angin lokal
a) Angin siklon dan angin antisiklon
- Angin siklon adalah angin di daerah depresi yang memiliki barometris minimum dan dikelilingi barometris maksimum.
- Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan dikelilingi barometris minimum.
Macam-macam angin siklon, yaitu
- Taifun di Asia Timur
- Tornado di USA
b) Angin fohn
Angin fohn adalah angin yang bersifat panas dan kering yang turun dari daerah pegunungan. Misalnya, angin Bohorok di Deli, angin Gending di Pasuruhan, angin Brubu di Makassar, dan angin Wambrau di Biak.

e. Kelembaban udara
Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di dalam udara. Kandungan uap air yang ada di udara dapat diukur dengan menggunakan alat, yaitu higrometer atau psychrometer.
Kelembaban udara dapat dinyatakan dalam bentuk kelembaban relatif dan kelembaban mutlak.
1) Kelembaban relatif adalah perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung udara dan jumlah air maksimum (jenuh) di udara pada temperatur dan tekanan udara yang sama. Kelembaban relatif dinyatakan dalam persen (%).
RH = (e / es) x 100%
Dengan
RH  : kelembaban relatif
e  : kandungan uap air yang ada
es : udara dalam kondisi jenuh

2) Kelembaban mutlak adalah jumlah uap air per satuan volume udara yang dinyatakan dalam gr/m3  udara.

f. Awan
Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Dengan demikian, awan merupakan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer. Awan yang mencapai permukaan bumi disebut dengan kabut. Jenis-jenis awan dapat dibagi sebagai berikut.
1) Berdasarkan bentuknya, awan dibedakan sebagai berikut.
a) Awan cair, yaitu awan yang terbentuk dari bahan cair (air).
b) Awan es (salju), yaitu awan yang terbentuk dari bahan es atau salju.
c) Awan campuran, yaitu awan yang terbentuk dari bahan air dan es (salju).

2) Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan sebagai berikut.
a) Awan tinggi, dengan ketinggian > 7.000 m.
b) Awan sedang, dengan ketinggian 2.000-7.000 m.
c) Awan rendah, dengan ketinggian < 2.000 m.

3) Berdasarkan morfologinya, awan dibedakan sebagai berikut.
a) Awan sirus, yaitu awan yang berwarna putih, tipis, dan pada siang hari kelihatan mengkilat karena banyak mengandung kristal es.
b) Awan stratus, yaitu awan yang berlapis-lapis seperti kabut tipis.
c) Awan kumulus, yaitu awan yang berkembang secara vertikal, berbentuk kubah-kubah menyerupai bunga kol dengan lengkungan bulat berwarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari.
d) Awan nimbus, yaitu awan yang berwarna gelap, kelihatan basah dan sering menyebabkan terjadinya hujan.

g. Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Sebelum hujan terjadi, didahului adanya penguapan yang kemudian mengalami kondensasi sehingga membentuk awan. Karena pengaruh angin atau konveksi maka terjadilah hujan. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometer atau disebut juga raingauge.
Pada dasarnya, hujan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Berdasarkan bentuknya, hujan dibedakan sebagai berikut.
a) Hujan air (rain)
b) Hujan salju (snow)
c) Hujan es (hail stone)
2) Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan sebagai berikut.
a) Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi di daerah pegunungan.
b) Hujan konveksi, yaitu hujan yang terjadi karena pengaruh arus konveksi.
c) Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi di daerah subtropis dan terjadi karena adanya pertemuan antara massa udara panas dan dingin.
d) Hujan konvergen, yaitu hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin.

2. Pembagian Wilayah Iklim
Pembagian wilayah iklim berdasar garis lintang disebut iklim matahari. Hal ini terjadi akibat adanya revolusi bumi atau pergeseran semu matahari dari 23½ LU – 23½  LS. Adanya pergeseran semu matahari menyebabkan perbedaan suhu antara tempat yang satu dengan tempat yang lain.
Wilayah di permukaan bumi dalam iklim matahari, dibagi menjadi tiga wilayah tipe iklim, yaitu sebagai berikut.
a. Daerah tropika, yaitu daerah yang terletak antara 23½ LU – 23½ LS. Pada daerah ini mempunyai suhu udara yang relatif tinggi sepanjang tahun.
b. Daerah sedang, yaitu daerah yang terletak antara 23½ – 66½ , baik lintang utara (LU) maupun lintang selatan (LS). Di daerah ini terdapat empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur.
c. Daerah kutub, yaitu daerah yang terletak antara 66½ – 90 baik LU maupun LS. Suhu udara di daerah ini sepanjang tahun rendah.

Klages pada tahun 1942 membuat klasifikasi iklim berdasarkan temperatur udara di permukaan bumi menjadi lima daerah, sebagai berikut.
a. Daerah tropik
Temperatur udara di daerah ini hampir sepanjang tahun tinggi, yaitu bervariasi antara 22 C – 28 C. Daerah ini terletak antara 23½ LU – 23½ LS.
b. Daerah subtropika
Daerah subtropika terletak antara 23½  – 30  LU/LS.
Daerah ini merupakan daerah peralihan antara iklim tropika dengan iklim sedang.  Suhu udara di daerah ini selama 4–11 bulan di atas 20 C.
c. Daerah sedang
Daerah sedang terletak antara 30 – 40 baik di LU maupun LS. Daerah ini selama 4–12 bulan memiliki suhu antara 20 C – 12 C.
d. Daerah dingin
Daerah ini terletak antara 40 –  66½ baik di LU maupun LS. Di daerah ini selama 1–4 bulan mempunyai suhu antara 10 C – 20 C, sedangkan suhu di bulan lainnya kurang dari 10 C.
e. Daerah kutub
Daerah ini terletak antara 66½ – 90 baik di LU maupun LS. Suhu rata-rata di daerah ini sangat rendah, yaitu –1 C. Oleh karena itu, di daerah ini terdapat salju abadi.

3. Persebaran Iklim di Indonesia
Indonesia terletak di antara 23½ LU – 23½ LS sehingga disebut dengan daerah tropis. Menurut Koppen, daerah tropis termasuk dalam tipe iklim A. Tipe iklim ini mempunyai persyaratan bahwa suhu udara rata-rata bulan terdingin lebih dari 18 C. Tipe iklim A (hujan tropis) dibagi menjadi tiga tipe, sebagai berikut.
a. Hutan hujan tropis (Af)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang memiliki rata-rata curah hujan bulan terkering lebih besar dari 60 mm. Oleh karena itu, hutan di daerah ini lebat. Wilayah Indonesia yang memiliki tipe iklim Af antara lain Sumatera, sebagian kecil Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi Utara.
b. Monsun tropika (Am)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah dapat mengimbangi kekurangan air hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah ini hutan masih dapat lebat. Di Indonesia wilayah yang yang mempunyai tipe iklim Am adalah sebagian besar Jawa, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.
c. Savana (Aw)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah dengan curah hujan bulan-bulan basah tidak dapat mengimbangi kekurangan air pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu, vegetasi yang ada di daerah ini hanyalah padang rumput atau pohon-pohon yang mempunyai kebutuhan air sedikit. Di Indonesia wilayah yang mempunyai tipe iklim Aw meliputi Madura, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.

4. Dampak perbedaan cuaca dan iklim terhadap kehidupan masyarakat
Perbedaan cuaca atau iklim dari satu tempat ke tempat lain berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat. Pengaruh tersebut antara lain pada jenis pakaian, bentuk rumah, dan mata pencaharian. Perbedaan cuaca atau iklim dipengaruhi oleh perbedaan tempat. Semakin ke arah gunung (tempat tinggi), udara akan semakin dingin dan curah hujan semakin besar. Semakin ke arah dataran rendah maka suhu akan semakin panas demikian juga curah hujan akan semakin kecil.
a. Pengaruh terhadap jenis pakaian
Penduduk di daerah tropik, menggunakan pakaian yang relatif tipis, karena suhu di daerah ini panas. Di daerah gunung penduduk menggunakan pakaian yang relative tebal. Di daerah beriklim sedang penduduk menggunakan pakaian yang tebal menutup seluruh tubuh.
b. Pengaruh terhadap bentuk rumah
Rumah-rumah di daerah pantai atau dataran rendah daerah tropis, biasanya banyak ventilasinya, genting terbuat dari tanah. Pada daerah pegunungan yang tinggi yang suhunya dingin, rumah biasanya mempunyai ventilasi yang sedikit dan atapnya banyak terbuat dari seng. Di daerah sedang, rumah hanya sedikit membutuhkan ventilasi bahkan pada saat musim dingin mereka memerlukan penghangat. Agar ruangan tetap hangat, mereka menggunakan tungku penghangat atau mesin pemanas (heater).
c. Pengaruh terhadap mata pencaharian
Para nelayan, terutama nelayan tradisional, banyak yang memanfaatkan angin darat untuk melaut dan memanfaatkan angin laut untuk mendarat. Pada nelayan modern, mereka sudah tidak terpengaruh oleh cuaca, karena mereka dapat menggunakan perahu bermotor. Penduduk Di daerah dataran rendah memanfaatkan awal musim penghujan untuk pengolahan tanah pertanian. Sedangkan penduduk di daerah pegunungan sebagian besar bercocok tanam sayuran.
Iklim juga merupakan faktor yang menentukan tinggi rendahnya kebudayaan, bahkan kunci peradaban/kebudayaan masyarakat, yaitu karena hal-hal berikut.
a. Iklim dapat membatasi atau mendukung kegiatan manusia. Misalnya, daerah yang sangat dingin, daerah yang sangat panas atau kering merupakan daerahdaerah yang mempengaruhi dan membatasi bidang-bidang pertanian. Dan daerah yang bersuhu panas dapat melemahkan energi dan aktivitas kerja fisik.
b. Perubahan iklim berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Misalnya, pada saat musim penghujan banyak kasus penyakit demam berdarah. Begitu juga banyak kasus penyakit muntah berak pada musim panas yang banyak hujan.

CUACA DAN IKLIM Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ROBINN

0 komentar:

Posting Komentar