KEGIATAN POKOK EKONOMI

A. Kegiatan Ekonomi
Ada berbagai bentuk kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Ada yang berdagang alat-alat rumah tangga secara keliling, berjualan di pasar, membuka toko di rumah, bekerja di kantor, dan berbagai bentuk kegiatan usaha yang lain. Semua bentuk kegiatan itu merupakan kegiatan ekonomi.
Kegiatan ekonomi adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang beragam. Kegiatan ekonomi yang utama, dapat dibedakan menjadi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Kegiatan konsumsi dilakukan oleh konsumen. Kegiatan produksi dilakukan oleh produsen. Dan kegiatan distribusi dilakukan oleh distributor.
Konsumen dapat memenuhi segala kebutuhannya karena produsen membuat barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan. Produsen membuat barang atau jasa dan berani memproduksinya karena ada permintaan dari konsumen. Selanjutnya, untuk memudahkan konsumen memperoleh barang atau jasa, butuh peran distributor untuk menyalurkannya. Ketiga kegiatan ini memang saling terkait dan saling tergantung. Misalnya, saat kamu membutuhkan buku pelajaran untuk kegiatan belajarmu (dikonsumsi), sebelumnya buku tersebut harus melewati tahap produksi. Saat tahap produksi, naskah yang telah selesai disusun oleh penerbit, kemudian akan dicetak oleh percetakan menjadi sebuah buku. Buku pelajaran itu akan sampai ke tanganmu saat distributor telah menyalurkan buku tersebut melalui agen dan toko-toko buku. Kegiatan produksi dan konsumsi tidak akan berjalan bila tidak ada kegiatan distribusi. Sebaliknya, kegiatan distribusi tidak akan ada bila tidak ada kegiatan produksi atau konsumsi.

B. Kegiatan Konsumsi
1. Pengertian konsumsi
Pengertian konsumsi dalam percakapan sehari-hari hanya dimaksudkan sebagai hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Namun dalam pengertian yang lebih luas, konsumsi adalah kegiatan manusia memakai, menggunakan, mengurangi, atau menghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Pada saat barang dan jasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan, nilai gunanya akan semakin berkurang dan akhirnya akan habis. Berkurang atau habisnya nilai guna barang dan jasa tampak dari semakin tidak mampunya barang dan jasa tersebut memenuhi kebutuhan. Misalnya,
- nilai guna pulpen sebagai alat tulis dikatakan habis apabila pulpen tersebut tintanya habis dan tidak dapat digunakan lagi,
- nilai guna radio habis apabila radio tersebut rusak dan tidak dapat digunakan lagi.
Jika semua kebutuhan dapat terpenuhi, akan dicapai suatu keadaan yang disebut makmur dan sejahtera. Makmur dan sejahtera inilah yang selalu diidamkan setiap orang.
Sifat mengkonsumsi barang dapat bersifat langsung atau tidak langsung. Konsumsi secara langsung biasanya dilakukan terhadap barang yang sekali pakai habis, misalnya makanan, minuman, dan sejenisnya. Yang dikonsumsi secara tidak langsung umumnya dilakukan pada barang modal atau barang yang dapat dipakai beberapa kali, misalnya mesin jahit, mobil, perabot rumah tangga, dan sejenisnya.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi
Semakin maju peradaban manusia, semakin beragam pula kebutuhannya. Konsumsi atas barang dan jasa oleh konsumen yang satu tidak sama dengan konsumen yang lain. Begitu juga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen yang sama, dapat berbeda untuk waktu yang berbeda. Hal ini disebabkan pola konsumsi setiap orang yang berbeda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.
a. Pendapatan
Pendapatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tingkat konsumsi masyarakat. Besar atau kecilnya pendapatan akan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat. Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kecenderungannya melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa. Sebaliknya, semakin kecil pendapatan seseorang maka semakin kecil pula kecenderungan tingkat konsumsinya.
b. Harga diri terhadap lingkungan
Konsumsi seseorang didorong oleh harga diri di mata umum. Seseorang kadang merasa malu jika ia tidak memiliki barang yang dimiliki orang lain sehingga mendorongnya untuk membeli barang yang sama bahkan bisa dengan harga yang lebih mahal. Hal ini dilakukan agar harga dirinya tidak jatuh di mata masyarakat karena dianggap tidak mampu membeli.
c. Ketamakan dan kesombongan
Tingkah laku seseorang yang tamak, menyebabkan selalu ingin membeli barang yang belum dimilikinya. Dia beranggapan bahwa dengan memiliki barang yang belum dimiliki orang lain, dirinya merasa lebih dari yang lain.
d. Harapan pendapatan tinggi di masa yang akan datang
Karena ada harapan kenaikan pendapatan, seseorang berusaha mencari pinjaman untuk berbelanja sekarang sehingga konsumsinya meningkat.
e. Tingkat pendidikan
Orang yang berpendidikan tinggi konsumsinya lebih besar daripada orang yang berpendidikan rendah. Seorang siswa SMP berbeda konsumsinya dengan seorang mahasiswa. Siswa SMP konsumsinya lebih rendah dibanding mahasiswa.
f. Tempat tinggal
Orang yang tinggal di daerah pedesaan konsumsinya lebih murah dibanding dengan orang yang tinggal di kota. Orang yang tinggal di daerah yang beriklim panas tentu berbeda konsumsinya dengan orang yang tinggal di daerah yang beriklim dingin.
g. Umur dan jenis kelamin
Umur membedakan pola konsumsi seseorang. Orang tua berbeda konsumsi dengan anak. Begitu pula jenis kelamin, laki-laki berbeda konsumsinya dengan perempuan.
Setiap orang dalam mengkonsumsi barang atau jasa tentu ada tujuannya. Tujuan setiap orang mengkonsumsi barang atau jasa adalah untuk memperoleh kepuasan maksimum dan memenuhi kebutuhan. Kepuasan yang dimaksud adalah kepuasan total dari mengkonsumsi berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan.
3. Pelaku kegiatan konsumsi
Masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi dapat dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu rumah tangga keluarga, rumah tangga perusahaan, dan rumah tangga pemerintah.
a. Rumah tangga keluarga
Rumah tangga keluarga biasanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Setiap anggota dalam keluarga memiliki kebutuhan hidup yang sama atau kadang berbeda. Kebutuhan yang sama merupakan kebutuhan yang sama-sama dirasakan kebutuhannya oleh semua anggota keluarga, seperti kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, dan kasih sayang. Namun ada kalanya kebutuhan tersebut berbeda. Ayah yang bekerja di kantor tentu mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan anaknya yang pelajar SMP. Begitu juga kebutuhan ibu sebagai ibu rumah tangga, pasti juga berbeda dengan ayah dan anaknya.
Rumah tangga keluarga sebagai konsumen selalu berusaha agar penghasilan yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhannya. Berbagai kegiatan konsumsi yang umumnya terjadi dalam rumah tangga dilakukan berdasarkan pertimbanganpertimbangan umum yang perlu diperhatikan sebagai berikut.
1) Menetapkan pemenuhan kebutuhan pokok, kemudian memenuhi kebutuhan lain yang sifatnya melengkapi kebutuhan pokok.
2) Menyesuaikan besarnya pengeluaran dengan besarnya pendapatan.
3) Menghindari hidup boros atau membeli barang di luar rencana.
Agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi sesuai dengan besarnya pendapatan, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut.
1) Menyusun anggaran belanja rumah tangga
Anggaran belanja rumah tangga merupakan rencana yang disusun untuk menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu.
Berikut ini adalah cara menyusun anggaran belanja rumah tangga.
a) Membuat perhitungan jumlah uang yang akan diterima dalam waktu tertentu.
b) Membuat daftar kebutuhan dengan menyusun urutan kebutuhan dalam waktu tertentu.
c) Membuat perkiraan harga untuk tiap jenis kebutuhan, dengan memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan harga barang dan jasa.
d) Membandingkan antara perkiraan pendapatan dengan pengeluaran dalam waktu tertentu.
Setelah hal tersebut di atas dilaksanakan, jika ternyata pendapatan masih ada sisanya maka sisa tersebut dapat ditabung. Sebaliknya, jika perkiraan pengeluaran lebih besar daripada pendapatan maka akan terdapat kekurangan. Kekurangan tersebut harus diusahakan untuk dicukupi dengan mengurangi pengeluaran (menghemat) atas kebutuhan yang kurang mendesak atau berusaha mencari tambahan penghasilan yang halal.
2) Membuat catatan penerimaan dan pengeluaran
Catatan penerimaan dan pengeluaran perlu dibuat untuk mengetahui semua kejadian pendapatan dan pengeluaran rumah tangga keluarga. Di samping itu dapat digunakan untuk mencocokkan pengeluaran sesungguhnya dengan pengeluaran yang diperkirakan.
3) Pembagian secara bijaksana atas semua kebutuhan
Anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga keluarga merupakan pedoman untuk berbelanja. Kebutuhan yang pokok dan mendesak didahulukan, sedang kebutuhan yang tidak mendesak bisa ditunda.
4) Berusaha menabung
Untuk menuju kehidupan yang bahagia dan sejahtera di masa datang, maka kebutuhan yang akan dating sudah harus dipikirkan terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan di masa datang dapat dilakukan dengan jalan menabung.
b. Rumah tangga perusahaan
Perusahaan merupakan salah satu penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Untuk hal itu maka perusahaan melakukan kegiatan produksi. Perusahaan untuk berproduksi harus mengeluarkan sejumlah dana untuk pengadaan faktor-faktor produksi. Pengeluaran perusahaan sangat beragam dan sangat ditentukan oleh bidang produksi yang ditangani, jenis produk yang dihasilkan, jenis perusahaan, besar kecilnya perusahaan, serta peraturan perusahaan yang bersangkutan.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan, misalnya sebagai berikut.
·   Perusahaan tekstil
- Pembelian bahan baku (kapas) yang akan digunakan untuk menghasilkan tekstil.
- Pembayaran gaji tenaga kerja.
- Penggunaan mesin yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
- Penggunaan lokasi kantor.
- Penggunaan peralatan lain yang menunjang terlaksananya proses produksi.
·   Perusahaan pengangkutan
- Pembayaran gaji sopir dan pegawai lainnya yang membantu kelancaran usaha.
- Modal yang digunakan dalam kegiatan usaha.
- Penggunaan perlengkapan, peralatan, kendaraan, bensin, solar, dan bahan bakar lainnya.
c. Rumah tangga pemerintah
Pemerintah menjalankan roda pemerintahan dan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Pemerintah menyediakan sarana dan prasarana kepada masyarakat, seperti jalan raya, angkutan umum, rumah sakit, dan pasar. Pemerintah juga mengadakan pembelian beras ataupun pengadaan perumahan bagi pegawai negeri. Untuk semua kegiatan ini, pemerintah mengeluarkan sejumlah dana yang besar kecilnya tergantung pada macam, banyak, dan tingkat harga dari barang dan jasa yang dibutuhkan.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah, misalnya sebagai berikut.
- Penggunaan gedung dan kantor beserta perlengkapan dan peralatannya.
- Belanja negara untuk pembangunan dan proyek negara.

4. Aspek positif dan aspek negatif perilaku konsumtif
Perilaku konsumtif adalah suatu keadaan/kecenderungan untuk membelanjakan seluruh pendapatannya pada barang-barang konsumsi. Perilaku konsumtif memiliki aspek positif dan aspek negatif.
Aspek positif perilaku konsumtif merupakan sisi baik dari perilaku konsumtif. Aspek positif konsumsi barang dan jasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan. Selama barang dan jasa hanya memenuhi kebutuhan saja, namun tidak meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan belum dapat dikatakan memiliki aspek positif. Misalnya, seseorang mengkonsumsi susu berlemak rendah dan berkalsium tinggi, untuk memenuhi kebutuhan rasa hausnya dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatannya, selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraannya.
Aspek negatif perilaku konsumtif merupakan sisi buruk dari perilaku konsumtif. Misalnya, seseorang yang melakukan konsumsi minuman keras, mungkin memenuhi kebutuhan rasa hausnya, namun tidak akan meningkatkan kesejahteraannya karena dapat merusak kesehatan dan syarafnya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan konsumsi adalah kemampuan dan daya beli untuk barang kebutuhan yang akan dikonsumsinya, serta kesesuaian dengan tempat, adat istiadat, agama dan budaya, serta masyarakat di sekitarnya. Jika barang dan jasa yang akan dikonsumsi sudah mampu dibeli (diperoleh), namun tidak sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di tempat melakukan konsumsi, selayaknya dihindari.

C. Kegiatan Produksi
1. Pengertian dan tujuan produksi
Semakin maju kebudayaan manusia, maka semakin banyak pula jenis dan macam kebutuhannya sehingga semakin perlu untuk menghasilkan banyak barang dan jasa. Produksi adalah semua kegiatan yang menghasilkan atau meningkatkan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Orang atau lembaga tertentu yang menghasilkan barang atau jasa disebut produsen. Misalnya, petani, nelayan, guru, dan pemilik pabrik tekstil. Berikut diberikan beberapa contoh kegiatan produksi.
a. Mengambil barang yang disediakan oleh alam, seperti pertambangan dan perikanan laut.
b. Mengerjakan dan mengolah tanah pertanian, perkebunan, dan perikanan darat.
c. Membuat dan mengolah barang dari barang dasar atau bahan baku menjadi barang yang siap dipakai, seperti mengolah kapas menjadi kain.
d. Memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain sehingga nilai barang lebih meningkat.
e. Melakukan jasa-jasa, misalnya menyimpan barang dalam gudang (veem), menanggung risiko atas kecelakaan yang akan dialami seseorang (perusahaan asuransi), dan menyimpan uang di bank atau mengambil pinjaman dari bank.
f. Membangun jalan raya, jembatan, sekolah, dan pelabuhan (udara dan laut).
Keenam contoh produksi di atas dapat dikelompokkan menjadi dua pengertian produksi, yaitu pengertian produksi dalam arti sempit dan produksi dalam arti luas. Contoh b dan c termasuk produksi dalam arti sempit, yaitu kegiatan menghasilkan barang. Sedang contoh a, d, e, dan f termasuk produksi dalam arti luas, yaitu semua kegiatan manusia dalam rangka menambah kegunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Manusia memproduksi barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus untuk memperoleh keuntungan. Barang dan jasa yang diproduksi produsen akan dikonsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Dan bagi produsen, barang yang diproduksinya melalui penggabungan beberapa factor produksi bertujuan mencari keuntungan. Keuntungan Yang diperoleh produsen berasal dari selisih antara penerimaan penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut.

2. Faktor produksi
Kegiatan produksi membutuhkan faktor produksi untuk menghasilkan produk (barang atau jasa). Faktor produksi ini sering disebut sumber daya ekonomi. Faktor produksi adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa dalam rangka menambah manfaat suatu barang atau jasa. Faktor produksi terdiri atas faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Keempat faktor produksi tersebut dapat digolongkan Menjadi dua, yaitu factor produksi asli dan factor produksi turunan. Faktor produksi asli terdiri atas faktor produksi alam dan tenaga kerja. Sedangkan Factor produksi turunan terdiri atas factor produksi modal dan kewirausahaan.
a. Faktor produksi alam
Faktor produksi alam atau sumber daya alam adalah segala yang disediakan alam baik langsung maupun tidak langsung dapat digunakan manusia dalam kegiatannya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Sumber daya alam ini merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Pencipta yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan mengolah, menjaga, dan melestarikannya. Menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada akan memberikan manfaat yang besar dan terus-menerus kepada makhluk hidup terutama manusia.
Faktor produksi alam yang dapat dinikmati secara langsung adalah tanah, udara, air, dan sinar matahari. Sedangkan faktor produksi alam yang harus diolah terlebih dahulu adalah gas alam, berbagai macam barang tambang, seperti timah, perak, dan aluminium, serta tenaga alam, seperti PLTA dan PLTU.

b. Faktor produksi tenaga kerja
Tenaga kerja atau sumber daya manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik atau rohani yang ditujukan untuk keperluan produksi. Sumber daya manusia sangat diperlukan untuk mengolah dan meningkatkan nilai atau manfaat suatu benda. Dengan kemampuan sumber daya manusia ini, alam bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berikut penggolongan tenaga kerja.
1) Tenaga kerja menurut sifatnya, dibedakan sebagai berikut.
a) Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan dengan fisik atau jasmani untuk membantu proses produksi. Tenaga kerja jasmani ini ada yang terdidik, ada yang terlatih, dan ada yang tidak terdidik dan tidak terlatih.
- Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang melalui proses pendidikan sebelum bekerja. Misalnya, akuntan, dokter, dan guru.
- Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang sudah melalui latihan dan pengalaman sebelum bekerja. Misalnya, sopir dan montir.
- Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik adalah tenaga kerja yang tidak memiliki pendidikan dan latihan secara khusus dalam pekerjaan.
Misalnya, tukang sampah, pesuruh, tukang sapu jalanan, dan buruh.
b) Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan dengan pikiran dan perasaan.
Misalnya, pengarang dan psikolog.
2) Tenaga kerja menurut kedudukannya, dibagi menjadi tenaga kerja dengan usaha sendiri dan tenaga kerja yang bekerja pada orang lain.
3) Tenaga kerja menurut hubungannya dengan proses produksi, dibedakan sebagai berikut.
a) Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi.
Misalnya, mandor, operator mesin atau pabrik.
b) Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, tetapi ikut membantu kelancaran proses produksi.
Misalnya, sekretaris, bagian administrasi.

c. Faktor produksi modal
Modal adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa selanjutnya. Modal tidak terbatas pada bentuk uang saja, tetapi bisa berbentuk mesin, gedung, tanah, dan sebagainya. Dalam proses produksi, modal sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang lebih baik, lebih banyak, dan bermutu. Modal Dapat digolongkan berdasarkan sumber, penggunaan atau sifat, fungsi, dan bentuknya.
1) Modal berdasarkan sumbernya
a) Modal sendiri adalah modal yang bersumber atau berasal dari pemilik perusahaan tersebut.
Misalnya, modal saham.
b) Modal asing (modal pinjaman) adalah modal yang berasal dari pinjaman atau dari luar perusahaan. Modal asing atau modal pinjaman ini ada yang jangka pendek (pinjaman kurang dari satu tahun) dan ada yang jangka panjang (pinjaman lebih dari satu tahun).
Misalnya, modal dari kredit bank.
2) Modal berdasarkan penggunaan atau sifatnya
a) Modal lancar adalah modal yang hanya satu kali dipakai dalam proses produksi.
Misalnya, bahan baku atau bahan mentah, kertas, tinta, dan bahan bakar minyak.
b) Modal tetap adalah modal yang berulang kali dipakai dalam proses produksi.
Misalnya, mesin-mesin, pabrik, peralatan, dan mobil (yang digunakan perusahaan, bukan mobil yang diperjualbelikan).
3) Modal berdasarkan fungsinya
a) Modal pribadi atau perorangan adalah modal yang dimiliki perorangan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya.
Misalnya, rumah yang dikontrakkan dan hasilnya untuk pemilik.
b) Modal masyarakat adalah modal yang digunakan dalam proses produksi untuk kepentingan masyarakat atau umum.
Misalnya, jembatan, jalan raya, air sungai, rel kereta api, terminal, pelabuhan, gedung sekolah, dan lain-lain.
4) Modal berdasarkan bentuknya
a) Modal nyata (konkret) adalah modal yang dapat dilihat dengan mata, digunakan dalam proses produksi, dan berbentuk barang dan uang.
Misalnya, peralatan kantor, pabrik, dan uang.
b) Modal tidak nyata (abstrak) adalah modal yang tidak dapat dilihat dengan mata dan digunakan dalam proses produksi.
Misalnya, keahlian memimpin (manajer), nama baik (good will), hak cipta, dan lain-lain.

d. Faktor produksi kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan sangat berperan dalam meningkatkan mutu dan memperbesar jumlah hasil barang dan jasa. Faktor ini berperan juga merencanakan, mengorganisir, mengatur, menjalankan atau mempekerjakan karyawan, memeriksa hasil kerja karyawan, serta menggabungkan faktor-faktor produksi lainnya seperti alam (tanah), tenaga kerja, dan modal.
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan manusia untuk mengelola atau mengendalikan usaha untuk memperoleh laba yang besar (wajar). Seorang pengusaha harus mempunyai keahlian, kecakapan, keuletan, keterampilan untuk mengelola usaha, dan keberanian untuk menanggung risiko, serta memiliki sikap iman dan taqwa, bermoral Pancasila, ahli dalam bidangnya, mampu mengorganisir usaha, mudah bergaul, disiplin, tegas, dan jujur.
Kewirausahaan atau kemampuan mengelola ini dapat digolongkan dalam tiga keahlian sebagai berikut.
1) Keahlian mengorganisir (organizational skill) adalah keahlian atau kemampuan mengatur berbagai usaha yang berhubungan dengan proses produksi baik ke dalam (intern) maupun ke luar (ekstern) perusahaan.
Misalnya, kepala sekolah yang mengatur, mengorganisir, menggerakkan, dan mengevaluasi para guru dan pegawai di sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan tertib dan baik.
2)Keahlian teknologi (technological skill) adalah keahlian atau kemampuan yang bersifat teknis ekonomis yang dilakukan dalam kegiatan proses produksi.
Misalnya, kepala bagian produksi di sebuah perusahaan mengatur dan menggerakkan para karyawan untuk bekerja serta meng gerakkan pabrik untuk berproduksi.
3) Keahlian memimpin (managerial skill) adalah keahlian atau kemampuan memimpin dan mengelola faktor-faktor produksi yang tersedia dengan teknik dan cara yang baru dalam proses produksi.
Misalnya, kepala bagian produksi di sebuah perusahaan yang mengatur ketersediaan dan pengelolaan faktorfaktor produksi yang digunakan perusahaan untuk berproduksi.

3. Pemanfaatan sumber daya ekonomi
Pemanfaatan sumber daya ekonomi sewajarnya memperhatikan budaya masyarakat setempat agar tidak terjadi pertentangan dan perselisihan yang merugikan masyarakat pemilik dan pengguna faktor produksi. Cara-cara pemanfaatan sumber daya ekonomi sebagai berikut.
a. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui harus dilakukan dengan bijaksana, jangan sampai ada yang terbuang percuma. Begitu pula dalam pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui, kita harus terus meningkatkan jumlah dan kualitasnya. Pemanfaatan sumber daya alam selayaknya juga dikelola dengan menyesuaikan budaya masyarakat, menjaga kelangsungan ekosistem flora dan fauna, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sekelilingnya. Hasil yang diperoleh dari sumber alam tersebut tidak menggeser bahkan mematikan budaya masyarakat.
b. Tenaga kerja yang digunakan pada proses produksi hendaknya dilakukan secara manusiawi, memperhatikan budaya dan adat istiadat yang telah tertanam dan dipelihara masyarakat. Artinya, pada saat tenaga kerja dimanfaatkan dalam proses produksi, harus disadari bahwa kemampuan mereka ada batasnya, baik tenaga maupun keahliannya.
c. Penggunaan modal uang dan peralatan dalam menghasilkan barang dan jasa tidak bertentangan dengan agama, adat istiadat, dan budaya yang telah ada. Penggunaan modal pun harus dengan perhitungan agar modal tidak habis dan hilang sia-sia.
d. Pemanfaatan jiwa kewirausahaan dilakukan dengan terus menggali informasi tentang hal-hal yang baru dan menambah penguasaan ilmu pengetahuan, baik dengan membaca, menonton televisi, maupun dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Pemanfaatan faktor produksi tidak hanya memperhatikan budaya masyarakat setempat, namun memperhatikan pula etika ekonomi. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi yang sesuai dengan etika ekonomi.
a. Tidak melakukan eksploitasi
Pemanfaatan faktor produksi alam tidak dilakukan di luar kemampuan faktor produksi alam (faktor produksi alam dieksploitasi). Eksploitasi akan mengakibatkan kehancuran faktor produksi alam dan selanjutnya akan merugikan masyarakat umum.
b. Saling menguntungkan
Faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa selayaknya saling menguntungkan, maksudnya tidak merugikan penyedia maupun pengguna faktor produksi. Misalnya,
- Kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan mebel, lemari, dan perabot lainnya, tidak selayaknya diambil dari hutan jati yang dilindungi, apalagi mengambil jati dan diselundupkan.
- Pabrik yang menghasilkan limbah selayaknya mengolah ulang limbahnya sampai tidak berbahaya bagi penduduk.

4. Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi
Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah, baik jumlah maupun mutunya. Di Indonesia misalnya, jumlah penduduk tiap tahun bertambah sekitar 1,5% atau rata-rata bertambah tiga juta penduduk tiap tahunnya. Seiring dengan pertambahan penduduk dan semakin majunya kebudayaan, mengakibatkan kebutuhan penduduk juga semakin meningkat. Masyarakat modern lebih beragam kebutuhannya bila disbanding dengan masyarakat yang masih rendah tingkat kebudayaannya. Namun, dewasa ini masyarakat di pelosok-pelosok desa telah menikmati dan merasakan pemenuhan kebutuhankebutuhannya, seperti sepeda motor, listrik, televisi, dan radio.
Untuk memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah dengan semakin majunya kebudayaan, maka perlu peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi. Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi bertujuan sebagai berikut.
a. Agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.
b. Hasil yang bermutu dapat bersaing di pasar dalam negeri dan luar negeri sehingga pendapatan para penghasil lebih meningkat.
c. Membuka lapangan kerja baru sehingga mampu mengurangi pengangguran.
d. Pemasaran hasil produksi lebih luas.
Sasaran yang ingin dicapai pemerintah Indonesia adalah peningkatan hasil produksi melalui diversifikasi usaha hasil pertanian dan peningkatan intensifikasi serta ekstensifikasi. Dengan sasaran ini, dapat diketahui bahwa peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu dengan menambah sumber daya (faktor produksi), dan tanpa menambah sumber daya.
a. Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi dengan menambah sumber daya dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan ekstensifikasi dan diversifikasi.
1) Ekstensifikasi adalah usaha peningkatan hasil produksi dengan menambah faktor produksi. Misalnya, petani ingin meningkatkan hasil produksi- nya dengan menambah luas tanahnya atau menambah pekerjanya, dan perusahaan industri ingin menambah hasil produksinya dengan menambah mesin atau pabriknya.
2) Diversifikasi adalah usaha peningkatan hasil produksi dengan penganekaragaman faktor produksi. Misalnya, petani menanam jagung, di sela-sela tanaman jagung ditanami lagi kacang tanah (ini biasa disebut tanaman tumpang sari).
b. Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi tanpa menambah sumber daya ekonomi (faktor produksi) dilakukan dengan cara intensifikasi.
Intensifikasi adalah peningkatan hasil produksi tanpa menambah faktor-faktor produksi. Misalnya, petani ingin meningkatkan hasil padi dan palawijanya dengan melaksanakan panca usaha tani, yaitu mengolah tanah dengan baik, memilih bibit unggul, mengairi dengan teratur, memberi pupuk yang teratur, dan memberantas hama tanaman.

D. Kegiatan Distribusi
1. Pengertian dan fungsi distribusi
Banyaknya jenis kebutuhan manusia yang harus dipenuhi, memerlukan usaha yang lebih banyak untuk menghasilkan barang dan jasa. Dengan banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan, memerlukan kegiatan tertentu agar hasil tersebut dapat sampai ke tangan pengguna (konsumen). Semakin cepat barang atau jasa digunakan oleh konsumen, semakin menguntungkan kedua belah pihak baik produsen maupun konsumen. Untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen dengan cepat, menguntungkan, efisien (berhasil guna), dan efektif (berdaya guna), maka dibutuhkan kegiatan distribusi yang dilakukan oleh satu lembaga yang disebut distributor.
Distribusi barang dan jasa adalah suatu kegiatan untuk menyampaikan, menyebarkan, atau menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Orang Atau lembaga yang menjalankan kegiatan distribusi disebut distributor.
Kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan distribusi umumnya dilakukan oleh para pedagang yang menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Dalam penyaluran barang dan jasa, distribusi mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen
Para distributor dalam menjalankan kegiatannya, melayani produsen dengan menyalurkan hasil produksinya ke pihak konsumen yang membutuhkan. Di sinilah letak fungsi utama distribusi berupa menyalurkan barang dan jasa.
b. Memecahkan perbedaan tempat
Produsen dan konsumen yang berbeda tempat dapat menimbulkan perbedaan harga barang yang tinggi. Produsen padi di sentra-sentra produksi padi, harga beras lebih murah dibanding tempat konsumen yang tidak menghasilkan beras. Untuk mengatasi perbedaan harga, pedagang membawa beras dari sentra produksi padi yang harganya lebih murah, ke tempat konsumen sehingga harga beras dapat terjangkau oleh para konsumen. Perbedaan tempat dan hasil produksi diatasi oleh pedagang dengan membagi hasil produksi secara merata di tempat yang kelebihan produksi ke tempat yang kekurangan produksi.
c. Memecahkan perbedaan waktu
Waktu pada saat barang dihasilkan biasanya tidak bersamaan dengan waktu pada saat barang dibutuhkan, misalnya padi dan gula yang dihasilkan secara musiman, namun dibutuhkan secara terus-menerus oleh konsumen. Perbedaan waktu ini diatasi oleh para pedagang dengan melakukan pembelian diwaktu panen, kemudian menyimpannya, dan pada waktu dibutuhkan konsumen baru dijual kembali sehingga kebutuhan konsumen tetap terjaga. Dalam hal ini, pedagang telah membantu memperlancar arus barang dan menjaga tingkat harga yang normal.
d. Seleksi dan kombinasi barang
Konsumen umumnya membutuhkan beberapa macam barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Karena beragam kebutuhan konsumen ini, maka para pedagang juga harus mampu menyediakan beberapa macam barang dan jasa tersebut sesuai kebutuhan konsumen. Para pedagang mengatasi perbedaan itu dengan menyediakan bermacam barang dan jasa dalam jumlah dan mutu yang diinginkan para konsumen sesuai daya belinya.

2. Cara distribusi dan tugas distributor
Distribusi bertujuan untuk menyalurkan barang dengan cepat ke tangan konsumen. Penyaluran barang dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.
a. Distribusi langsung
Penyaluran barang dengan cara langsung, yaitu penyaluran hasil produksi dari penghasil (produsen) langsung dijual atau disalurkan kepada pengguna (konsumen).
Misalnya, petani sayur, buah-buahan, dan beras secara langsung menjual hasil produksinya ke konsumen tanpa perantara.
b. Distribusi tidak langsung
Penyaluran barang secara tidak langsung, yaitu penyaluran dengan menggunakan beberapa perantara, seperti pedagang besar, agen, dan pedagang eceran, kemudian ke konsumen.
Misalnya, pabrik ban mobil dan motor yang menghasilkan ban tidak menjualnya langsung ke konsumen, tetapi melalui agen atau toko-toko ban kemudian ke konsumen.

Distributor sebagai pelaku fungsi distribusi, mempunyai tugas-tugas sebagai berikut.
a. Membeli, yaitu melakukan tugas pembelian hasil produksi barang dan jasa dari produsen.
b. Menjual, yaitu melakukan penjualan barang dan jasa ke konsumen.
c. Menyimpan, yaitu melakukan penyimpanan barang-barang di gudang sampai batas waktu barangbarang tersebut dibutuhkan.
d. Mengangkut, yaitu melakukan pengangkutan barang-barang dari produsen ke konsumen yang membutuhkan.
e. Pembelanjaan, yaitu kegiatan menyangkut permodalan, pembayaran upah pegawai dan buruh, dan biayabiaya pembelian barang.
f. Promosi, yaitu cara memperkenalkan atau mengiklankan barang yang diperdagangkan, baik menyangkut harga maupun mutu kepada konsumen.
g. Informasi, yaitu memberikan penjelasan mengenai perkiraan harga dan pemasaran barang pada waktu tertentu dari pimpinan kepada pelaksana.
h. Standardisasi, yaitu mengadakan penetapan ukuran barang-barang untuk memudahkan konsumen dalam menetapkan pilihan.
Fungsi dan tugas distributor di atas, menyebabkan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen lebih cepat.
Penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen dipengaruhi beberapa faktor.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
a. Faktor pasar
Semakin banyak pasar yang tersedia untuk penjualan barang, semakin besar peranan distribusi.
b. Faktor barang
Barang yang akan diproduksi perlu diketahui apakah konsumen sangat membutuhkannya, apakah dapat diterima oleh konsumen dengan harga yang lebih murah dan mutu yang baik, dan apakah barang dapat disalurkan dengan cepat dan aman.
c. Faktor perusahaan
Faktor ini menuntut perusahaan (penghasil) untuk mengetahui keinginan pengguna, kapan waktunya diinginkan, dan kapan kurang diperlukan sehingga distribusinya perlu dipersiapkan.
d. Faktor kebiasaan dalam membeli
Dalam membeli apakah distributor menjamin keamanan dan keutuhan barang.

3. Lembaga distribusi
Barang yang dihasilkan oleh produsen agar dapat meningkat kegunaannya bagi konsumen, maka peranan distributor sangat dibutuhkan.
Berikut Ini adalah pihak-pihak (lembaga distribusi) yang menyampaikan hasil produksi dari produsen ke konsumen.
a. Agen adalah pedagang atau lembaga distribusi yang membeli dan menjual barang atas nama pihak lain atau lembaga yang menyuruhnya.
Agen ini merupakan tempat penitipan kepercayaan suatu lembaga/perusahaan untuk dijualkan atau dibelikan barang tertentu. Dengan demikian, ada agen penjualan dan ada agen pembelian. Hasil yang diperoleh agen atas penjualan barang milik produsen disebut komisi.
b. Pedagang besar (grosir) adalah pedagang yang usahanya membeli barang dalam jumlah yang besar kemudian menjualnya lagi kepada pedagang kecil (pengecer), took-toko, warung, dan pedagang kaki lima. Biasanya Barang dagangan yang dijual kepada para pedagang kecil juga dalam jumlah besar.
c. Pedagang eceran adalah pedagang yang membeli barang dari pedagang besar (grosir) kemudian menjualnya langsung ke konsumen akhir. Misalnya, pasar swalayan, toko-toko kecil, dan warung.
d. Makelar adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan jual beli barang yang bertindak atas nama orang lain atau atas nama yang menyuruhnya (prinsipalnya), bukan atas namanya sendiri. Namun makelar bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yang dilakukannya. Hasil yang diperoleh atas kegiatannya disebut provisi atau kurtase.
e. Komisioner adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan jual beli barang yang bertindak atas namanya sendiri, walaupun barang itu untuk orang lain (milik orang lain). Komisioner bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yang dilakukannya. Hasil yang diperoleh atas kegiatannya disebut komisi.
f. Importir adalah pedagang yang membeli atau mendatangkan hasil dari luar negeri dan menjualnya di dalam negeri.
g. Eksportir adalah pedagang yang membeli barang di dalam negeri kemudian menjualnya ke luar negeri. Di samping pembagian lembaga distribusi di atas, masih ada lagi penyalur, seperti melalui pos, koperasi, internet, email, dan pedagang kaki lima.
Barang dan jasa yang didistribusikan dapat menjangkau konsumen dalam negeri juga konsumen luar negeri.
Contoh distribusi dalam negeri:
- Barang hasil pertanian, seperti beras dan palawija dan barang hasil industri yang dikirim antarpulau menggunakan kapal laut atau perahu layar. Jika dikirim antarkabupaten Atau antarprovinsi digunakan truk atau angkutan darat lainnya.
Contoh distribusi luar negeri:
- Barang hasil pertanian, seperti coklat, kopi, merica, dan cengkeh, dan barang hasil industri seperti sepatu, obat-obatan, dan alat elektronik dikirim ke luar negeri (diekspor) menggunakan kapal laut atau pesawat terbang.

3. Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa
Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh para distributor sewajarnya memiliki dan memegang etika ekonomi. Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa adalah tindakan berusaha memperoleh keuntungan yang wajar tanpa merugikan pihak lain (konsumen, produsen, dan sesama distributor). Inti etika ekonomi yang selayaknya dijalankan distributor adalah menyebarkan barang dan jasa secara adil dan merata ke semua wilayah agar tercukupi semua kebutuhannya dengan harga yang relative sama dan terjangkau.
Lancarnya kegiatan distribusi, memudahkan konsumen membeli barang atau jasa yang dibutuhkan dan produsen bisa lebih cepat memasarkan hasil produksinya. Namun jika saluran distribusi tidak lancar, maka bukan hanya pihak konsumen yang dirugikan, tetapi juga pihak produsen. Konsumen dengan tidak lancarnya distribusi akan mengalami kesulitan dalam memperoleh barang yang dibutuhkan. Sedang bagi produsen akan menghambat penjualan produknya sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi lebih kecil.
Sistem distribusi dianggap efisien apabila memenuhi dua syarat berikut.
a. Mampu menyampaikan hasil-hasil dari produsen kepada
konsumen dengan biaya semurah-murahnya.
b. Mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen terakhir kepada semua pihak yang ikut serta di dalam kegiatan produksi dan distribusi barang itu. Yang dimaksud adil dalam hal ini adalah pemberian balas jasa fungsi-fungsi pemasaran sesuai sumbangan masing-masing.
Dengan adanya kegiatan distribusi, kelebihan jumlah barang di daerah tertentu dapat disalurkan ke daerah yang kekurangan dan membutuhkan, sehingga harga barang menjadi stabil. Jumlah barang yang tersedia dan melebihi kebutuhan akan mengakibatkan harga barang menjadi rendah. Sebaliknya, jumlah barang yang lebih sedikit dibanding kebutuhan akan mengakibatkan harga barang tersebut menjadi tinggi. Distribusi telah menjadikan persediaan barang antarwilayah menjadi sesuai dengan kebutuhan. Sehingga harga barang menjadi relatif sama di wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.

KEGIATAN POKOK EKONOMI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ROBINN

4 komentar:

  1. Halo, saya Faridah, saya ingin menggunakan media ini untuk meluncur kesaksian bagaimana Allah mengarahkan saya untuk pemberi pinjaman dan perusahaan pinjaman nyata yang telah mengubah hidup saya dari kasih karunia untuk rumput, dari miskin untuk seorang wanita kaya yang saya sekarang dapat membanggakan dari hidup sehat dan kaya tanpa stres atau difficulties.After keuangan bulan mencoba untuk mendapatkan pinjaman di internet dan saya scammed beberapa jumlah Rp20,200,000 aku menjadi begitu disapointed dalam mendapatkan pinjaman dari pemberi pinjaman pinjaman online yang sekarang akan menambah rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk bertemu seorang teman saya yang baru-baru mendapat pinjaman online, kita membahas masalah kami dan kemudian kesimpulan dia bercerita tentang seorang wanita yang disebut Ibu Lucy Smith yang merupakan CEO dari Lucy Smith Loan Perusahaan jadi saya diterapkan untuk jumlah pinjaman (Rp2.000.000.000) dengan tingkat bunga rendah dari 2%, sehingga dia meyakinkan saya bahwa saya di perusahaan yang tepat di mana saya dapat menerima jumlah pinjaman dari keinginan saya, mereka memberi saya formulir aplikasi peminjam pinjaman untuk mengisi dan kembali, aku semua itu, memberi mereka semua informasi yang mereka butuhkan dari saya, jadi saya diberi syarat dan kondisi dari perusahaan mereka semuanya berjalan lancar tanpa penundaan untuk saya sangat mengejutkan saya menerima pesan dari bank bahwa account saya dikreditkan dengan Rp2.000.000.000 oleh Ibu Lucy Smith, WOW ..aku hampir pingsan, jadi saya langsung email dia bahwa saya telah menerima uang pinjaman saya berhasil, sehingga saudara-saudaraku di luar sana masih mencari pinjaman, saya akan saran Anda untuk menyenangkan menghubunginya melalui email mereka: (Lucysmithloanfirm@gmail.com) dia tidak tahu aku melakukan ini saya berdoa bahwa Tuhan akan memberkatinya untuk hal-hal baik yang ia lakukan dalam hidup saya.
    Anda masih dapat menghubungi saya jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan melalui email saya: faridahendah007@gmail.com

    BalasHapus
  2. Halo, nama saya Sulis Susanti dari Indonesia, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih yang asli di perusahaan pinjaman palsu.
    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, aku jatuh korban penipuan oleh beberapa perusahaan pinjaman online, karena saya perlu sebuah perusahaan pinjaman yang jujur.

    Aku hampir menyerah, tidak sampai saya mencari nasihat dari seorang teman yang kemudian mengarahkan saya untuk pemberi pinjaman pinjaman yang sangat handal JOY WILSON LOAN FIRM, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari 750 juta rupiah dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres pada tingkat bunga rendah dari 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah pinjaman yang saya diterapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres.

    Saya ingin Anda yakin dan percaya diri bahwa ini adalah asli karena saya memiliki semua bukti pengolahan pinjaman ini termasuk kartu id, dokumen perjanjian pinjaman dan semua kertas kerja. Saya percaya Ibu Joy Wilson sepenuh hati karena dia telah benar-benar membantu dalam hidup saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan hubungi perusahaan melalui email: (joywilsonloanfirm@gmail.com)
    Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (sulissusanti971@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman

    BalasHapus
  3. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah penipuan oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya arissetymin@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: ladymia383@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    BalasHapus
  4. “Bismillah, ar-Rahman, ar-Rahim”.


    Firm: CREDIT FINANCIAL GROUP
    E-mail: (creditfinancialgroup01@gmail.com)
    BBM INVITES: {DDA46523}


    Firm: CREDIT FINANCIAL GROUP Dari meja kerja dan kantor CREDIT FINANCIAL GROUP tahun ini berjanji akan menjadi tahun lebih banyak uang di rekening bank Anda, hal ini karena kami mengelola CREDIT FINANCIAL GROUP memberikan pinjaman kepada semua orang yang memiliki kebutuhan finansial besar tahun baru ini untuk memulai bisnis satu atau dua bahkan untuk merenovasi rumah mereka juga untuk menghidupkan kembali bisnis mereka dan jangan takut pada pemasangan bulanan Anda karena kami memiliki paket khusus untuk mempersiapkan Anda atau bahkan memberi kuliah tentang bagaimana menginvestasikan uang Anda dengan sumber daya yang sangat tinggi. bisnis jadi tolong jangan hanya duduk di sana dan kemudian membiarkan orang lain untuk maju secara finansial mengatakan tidak pada kemiskinan tahun ini mengatakan tidak kepada hutang tahun ini tahun ini adalah tahun yang luar biasa yang bisa membawa kemasyhuran Allah tidak menyangka kita menjadi miskin ketimbang kita menjadi bijak dalam menghasilkan uang dan kemudian menginvestasikan uangnya dalam bisnis yang sangat menggiurkan sehingga melalui ini kita di sini untuk meminjamkan Anda karena CREDIT FINANCIAL GROUP dipenuhi dengan dana yang telah Anda cari anda bisa menghubungi kami melalui detil kontak di bawah ini

    E-mail: (creditfinancialgroup01@gmail.com)
    BBM INVITES: {DDA46523}

    BalasHapus