PRANATA SOSIAL

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI PRANATA SOSIAL
1. Pengertian Pranata Sosial
Koentjaraningrat mengatakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa dalam sebuah pranata sosial terdapat dua hal yang utama, yakni aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan norma yang mengatur aktivitas tersebut. Di dalam pranata sosial terdapat seperangkat aturan yang berpedoman pada kebudayaan. Oleh karena itu pranata sosial bersifat abstrak karena merupakan seperangkat aturan. Adapun wujud dari  pranata sosial adalah berupa lembaga (institute).
Pranata dan lembaga memiliki makna yang berbeda. Pranata merupakan sistem norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. Misalnya secara naluriah setiap manusia memiliki kebutuhan penyaluran hasrat seksual. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut orang harus berkeluarga yang diawali dengan mencari pasangan yang cocok kemudian menikah secara sah. Dalam hal ini untuk membentuk keluarga ada lembaga yang mengurusinya, yakni lembaga perkawinan.
Menurut Koentjaraningrat, pranata sosial memiliki delapan macam tujuan, yaitu:
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan sosial dan kekerabatan, yaitu yang disebut kinship atau domestic institutions. Contohnya perkawinan, pinangan, tolong-menolong antarkerabat, pengasuhan anak, sopan santun antarkerabat, sistem istilah kekerabatan, poligami, perceraian, dan sebagainya.
b. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun, dan mendistribusikan harta benda atau economic institutions. Contohnya pertanian, perikanan, koperasi, dan macam-macam perdagangan.
c. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia atau educational institutions. Contohnya pendidikan masyarakat, TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, tempat-tempat kursus, dan tempat-tempat pelatihan lainnya.
d. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia atau scientific institutions. Contohnya berbagai macam metode ilmiah dan pendidikan ilmiah lainnya.
e. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk menyatakan rasa keindahan dan rekreasi atau aesthetic adrecreational institutions. Contoh: seni suara, seni rupa, seni gerak, seni lukis, dan seni sastra.
f. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau religius institutions. Contohnya doa.
g. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara atau political institutions. Contohnya pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepolisian, dan sebagainya.
h. Pranata-pranata yang mengurus kebutuhan jasmani manusia atau somatic institutions. Contohnya pemeliharaan kecantikan, kesehatan, dan kedokteran.
2. Fungsi Pranata Sosial
Secara umum keberadaan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat berfungsi:
a. Menjaga keutuhan masyarakat
Kehidupan masyarakat merupakan suatu sistem, sehingga apa yang dilakukan setiap anggota masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya. Besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan tergantung dari bentuk kegiatan yang dilakukannya. Misalnya seorang anggota masyarakat yang tidak pernah mengikuti kerja bakti tanpa alasan apa pun. Jika orang tersebut perannya di tengah kegiatan masyarakat hanya sebagai warga biasa, mungkin pengaruh yang ditimbulkan sebatas pada munculnya pertanyaan, ada apa dengan orang tersebut. Tetapi jika orang tersebut merupakan tokoh masyarakat, maka keresahan di antara warga mulai nampak. Munculnya keresahan tersebut dapat mengancam keutuhan masyarakat.
Dengan adanya pranata sosial yang mengatur tentang berbagai bentuk aktivitas manusia, maka akan terwujudlah suasana kehidupan yang harmonis.
b. Sebagai sosial control
Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (sosial control). Artinya menjadi sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
c. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat
Pranata sosial memberikan pedoman pada anggota masyarakat. Bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah-masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan.
Pranata sosial memberikan arahan kepada setiap individu mengenai bagaimana seharusnya ia melakukan kegiatan dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga tidak menimbulkan penyimpangan-penyimpangan yang dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu keharmonisan masyarakat.
Seseorang dikategorikan berperilaku menyimpang jika aktivitas yang dilakukan tidak sesuai dengan pranata sosial yang ada. Misalnya mengenakan helm termasuk salah satu norma dalam pranata lalu lintas.

B. CIRI-CIRI PRANATA SOSIAL
Untuk membedakan pranata sosial yang satu  dengan  lainnya kita perlu mengenal cici-ciri dari masing-masing  pranata sosial.
Adapun ciri-ciri pranata sosial, antara lain:
1. Memiliki Lambang-lambang sebagai Ciri Khasnya
Kita mengenal suatu bentuk pranata sosial dengan melihat lambang yang dimiliki oleh pranata sosial tersebut. Coba kalian perhatikan lambang-lambang berikut ini, adakah kalian mengenalinya?
Contoh beberapa lambang: Tutwurihandayani, koperasi, lambang Polri, dan simbol lembaga pekerjaan umum.
Lambang-lambang di atas mengandung makna, fungsi, dan tujuan dari lembaga sosial yang bersangkutan. Lambang-lambang tersebut dapat berupa.
a. gambar (logo),
b. tulisan,
c. gabungan antara gambar, tulisan, maupun logo, dan
d. bendera panji.
Masing-masing lambang selain menunjukkan ciri khas juga memiliki makna.
2. Memiliki Tingkat Kekekalan Tertentu
Keberadaan suatu pranata sosial bukan hanya berlangsung dalam sekejab atau untuk sementara waktu saja, melainkan terus berlangsung sampai manusia tidak lagi membutuhkan pranata tersebut.
3. Memiliki Tradisi Tertulis Maupun Tidak Tertulis
Setiap pranata sosial mengandung aturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang wajib ditaati oleh individu yang berkaitan dengan pranata tersebut. Misalnya dalam pranata ekonomi terdapat aturan mengenai pajak, jual-beli, kegiatan ekspor-impor, dan sebagainya. Oleh karena itu, jika orang yang berkecimpung dalam dunia perdagangan tidak menaati aturan tersebut bisa dikenai sanksi.
Demikian halnya dalam kehidupan keluarga terdapat berbagai aturan yang tidak tertulis mengenai kewajiban anak terhadap orang tua. Berbagai hal dan kewajiban yang harus dipenuhi dan dilakukan dalam keluarga tercantum dalam UU perkawinan, seperti kewajiban orang tua terhadap anak, kewajiban suami terhadap istri, dan sebagainya. Misalnya, meskipun tidak ada aturan tertulis, namun kebiasaan sungkem dengan orang tua merupakan bagian dari tradisi keluarga Indonesia.
4. Merupakan Suatu Sistem Pola-pola Pemikiran dan Pola Perilaku yang Terwujud Melalui Aktivitas Kemasyarakatan
Jika kita mengamati aneka kegiatan warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan mereka, kita dapat membandingkan bahwa penampilan petani, nelayan, guru, polisi, dan aneka ragam profesi masing-masing menunjukkan pola khas. Perbedaan tersebut bukan hanya menyangkut penampilan lahiriah, melainkan juga dalam pola perilaku yang ditunjukkan. Pola perilaku seorang militer berbeda dengan pola perilaku dokter, berbeda pula dengan pola perilaku nelayan. Masing-masing menunjukkan karakteristik profesi masing-masing sekaligus menunjukkan karakter lembaga tempat ia beraktivitas. Misalnya sikap tegas, disiplin, merupakan pola perilaku seorang militer, pola perilaku hemat, dan cermat merupakan sikap pola perilaku seorang pedagang, dan sebagainya.
5. Memiliki Satu atau Beberapa Tujuan
Pembentukan pranata sosial bertujuan untuk mengatur kegiatan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Orang memerlukan lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan akan penguasaan ilmu pengetahuan. Tetapi apakah hanya untuk itu saja lembaga pendidikan didirikan? Apakah hanya  lembaga pendidikan saja yang mampu memenuhi kebutuhan terhadap penguasan ilmu pengetahuan?
Lembaga pendidikan bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan akan pekerjaan, karena setiap pekerjaan memerlukan persyaratan pendidikan tertentu. Lembaga pendidikan juga memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kesejahteraan dan sebagainya
6. Memiliki Alat-alat Perlengkapan yang Digunakan untuk Mencapai Tujuan Lembaga yang Bersangkutan
Setiap lembaga memiliki alat-alat perlengkapan sendiri-sendiri. Alat-alat tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan bidang tiap-tiap lembaga yang berguna untuk mencapai tujuan. Misalnya lembaga pendidikan formal yang memiliki gedung sekolah, peralatan sekolah, kurikulum, dan alat-alat kelengkapan lainnya.

C. JENIS-JENIS PRANATA SOSIAL
Pranata sosial dapat diklasifikasikan atau digolongkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan Pengembangannya
a. Crescive institutions adalah pranata sosial yang secara tak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, dan lain-lain.
b. Enacted institutions adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga kependidikan yang semuanya berakar pada kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat.
2. Berdasarkan Sistem Nilai yang Diterima Masyarakat
a. Basic Institutions adalah pranata sosial yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
b. Subsidiary institutions adalah pranata yang dianggap kurang penting. Contoh kegiatan untuk rekreasi.
3. Berdasarkan Sudut Penerimaan Masyarakat
a. Approved institutions adalah pranata sosial yang diterima masyarakat. Contoh: perusahaan, industri, dan lain-lain.
b. Unsactioned institutions adalah pranata sosial yang ditolak masyarakat. Contoh: pemeras, penjahat, lintah darat, dan lain-lain.
4. Berdasarkan Faktor Penyebarannya
a. General institutions adalah pranata yang dikenal secara umum oleh masyarakat di dunia, contohnya agama.
b. Restucted institutions adalah pranata yang hanya dikenal oleh kelompok masyarakat tertentu saja, contohnya agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya.
5. Berdasarkan fungsinya
a. Cooperative institutions adalah pranata sosial yang menghimpun pola serta tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan pranata. Contoh: pranata industrialisasi.
b. Regulative institutions adalah pranata sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat yang tidak termasuk bagian mutlak dari pranata itu sendiri. Contoh: pranata hukum (kejaksaan, pengadilan, dan lain-lain).
Dari berbagai lembaga yang dapat kita jumpai sehari-hari, dapat dikategorikan dalam 5 jenis pranata sosial, yaitu pranata agama, pranata pendidikan, pranata keluarga, pranata politik, dan pranata ekonomi.
1. Pranata Agama
Agama merupakan salah satu pranata yang sangat penting dalam mengatur kehidupan manusia. Pengertian agama dalam sosiologi merupakan terjemahan dari kata religion yang artinya suatu prinsip kepercayaan kepada Tuhan atau dewa dan sebagainya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaannya itu. Jadi, religi mencakup agama seperti Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, taoisme, konfusianisme.
Religi merupakan suatu sistem terpadu antara keyakinan dan praktik yang berkaitan dengan hal-hal suci yang dianggap tak terjangkau oleh daya akal manusia. Religi memiliki unsur ajaran hakiki yaitu:
a. Iman yaitu ajaran yang berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut keduniawian.
b. Transendental yaitu ajaran yang menyangkut hal-hal yang berada di luar jangkauan penginderaan manusia.
Penjabaran dua unsur tersebut terjadi dalam praktik ritual atau peribadatan, ajaran tentang keberadaan Tuhan, dan bagaimana menjalin kehidupan dengan sesama makhluk hidup yang lain.
Pranata agama memiliki fungsi pokok untuk memberikan pedoman bagi manusia untuk berhubungan dengan Tuhannya dan memberikan dasar perilaku yang berpola dalam masyarakat. Fungsi pokok tersebut jika dijabarkan menjadi:
a. Membantu mencari identitas moral.
b. Menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia.
c. Meningkatkan kualitas kehidupan sosial.
d. Mengatur hubungan manusia dengan lingkungan alam.
2. Pranata Pendidikan
Kata pendidikan (education) berasal dari bahasa latin educare yang berarti keluar. Pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kegelapan menuju kecerdasan pengetahuan atau dari tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan merupakan proses yang terjadi karena interaksi berbagai faktor yang menghasilkan penyadaran diri dan penyadaran lingkungan, sehingga menampilkan rasa percaya akan lingkungan.
Dari pengertian di atas mengandung arti:
a. Proses pendidikan terjadi karena interaksi berbagai faktor, seperti alam, kebudayaan, masyarakat, dan sebagainya.
b. Pendidikan adalah suatu proses yang mengalami tahap perkembangan yang terus-menerus.
Undang-undang yang mengatur tentang pendidikan di Indonesia adalah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Berkaitan dengan jalur pendidikan, dalam undang-undang tersebut dijelaskan: jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. Jalur, Jenjang, dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Adapun kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Fungsi pranata pendidikan adalah:
a. Memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan diri dan pengembangan hubungan sosial.
b. Memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan.
c. Sebagai pranata pemindahan warisan kebudayaan.
d. Mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki oleh individu.
3. Pranata Keluarga
Kita semua merupakan bagian dari keluarga, baik sebagai ayah, ibu, atau anak. Keluarga adalah satuan sosial terkecil dan paling mendasar bagi tercapainya kehidupan sosial masyarakat dan mempunyai fungsi-fungsi pokok yang meliputi, pemenuhan kebutuhan biologis, emosional, pendidikan, dan sosial ekonomi. Para ahli merumuskan pengertian atau definisi keluarga sebagai berikut:
a. A.M. Rose
Keluarga adalah kelompok sosial terdiri atas dua orang atau lebih yang memperikat darah, perkawinan, atau adopsi.
b. Francis F. Merrill
Keluarga adalah kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan dari perkawinan atau adopsi.
Fungsi utama keluarga adalah menjaga agar para anggota keluarganya tidak menyimpang dari pranata masyarakat luas. Di samping itu keluarga mempunyai fungsi, antara lain:
a. Fungsi perlindungan, di mana keluarga mempunyai fungsi perlindungan bagi anggotanya baik fisik maupun psikis.
b. Fungsi reproduksi, di mana keluarga merupakan lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia.
c. Fungsi sosialisasi, di mana keluarga merupakan lingkungan sosial pertama dalam membentuk kepribadian anak, sehingga keluarga merupakan lembaga belajar bagi anak dan sekaligus penentu masa depan anak dalam bersosialisasi.
d. Fungsi afeksi, di mana keluarga merupakan tempat pertama untuk mendapatkan kasih sayang bagi seorang anak.
e. Fungsi ekonomi, di mana keluarga merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi anggota keluarganya.
4. Pranata Politik
Pranata politik adalah peraturan-peraturan untuk memelihara tata tertib, untuk mendamaikan pertentangan-pertentangan, dan untuk memilih pemimpin yang berwibawa. Pranata politik merupakan perangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan hak dan wewenang. Dengan demikian pranata politik akan meliputi eksekutif, yudikatif, legislatif, militer, dan partai politik.
Pranata politik memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
a. Melembagakan norma melalui undang-undang.
b. Menyelenggarakan pelayanan umum.
c. Melindungi warga negara.
Peran pranata politik adalah sebagai berikut.
a. Sebagai sarana komunikasi berpolitik
Sarana komunikasi berpolitik sangat dibutuhkan karena sebagai media atau wahana antara rakyat dengan pemerintah. Sarana komunikasi berpolitik ini dapat melalui partai politik atau lembaga swadaya masyarakat. Misalnya: masyarakat miskin menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah melalui partai politik atau LSM dalam upaya mendapat perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
b. Sebagai sarana sosialisasi berpolitik
Proses sosialisasi berpolitik diartikan sebagai proses bagi seseorang atau sekelompok masyarakat untuk lebih mengenal, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh: Pemerintah memberi penjelasan kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik, arti pentingnya mendukung pelaksanaan program keluarga berencana. Contoh: sarana sosialisasi pranata politik adalah organisasi profesi, keagamaan lembaga pendidikan, dan keluarga.
c. Sebagai sarana rekrutmen politik
Peran ini dapat dilihat dari usahanya untuk membina sekelompok orang atau masyarakat yang berpotensi untuk menjadi kader anggota organisasi politik yang erat dengan sosialisasi yang dilakukan oleh partai politik, lembaga organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain. Peran pranata politik sebagai sarana rekrutmen politik dapat memutus mata rantai keterbelakangan apabila diterapkan dengan tepat.
d. Sarana pengatur konflik dalam masyarakat
Konflik sosial dalam kehidupan masyarakat memiliki dua muatan pengertian yaitu konflik yang bersifat fungsional (baik) dan disfungsional (buruk) bagi suatu sistem. Kedua macam konflik tersebut dapat diupayakan solusinya melalui peran pranata politik sebagai sarana pengatur konflik dalam masyarakat melalui kesepakatan aturan permainan secara adil. Di negara yang sedang berkembang terlihat bahwa pranata politik sebagai pengatur konflik dalam masyarakat belum sepenuhnya dapat dilaksanakan.
Politik akan menentukan siapa memperoleh apa, bilamana dan bagaimana. Dasar pemikiran politik adalah persaingan untuk memiliki kekuasaan dominasi. Adapun kekuasaan menurut Max Weber adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi pihak lain.
5. Pranata Ekonomi
Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani oikonimia, yang berarti rumah tangga. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dalam ragam percakapan, kata ekonomi berarti urusan keuangan rumah tangga (organisasi, negara).
Ilmu ekonomi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran serta gejala-gejala dan hubungan yang timbul dari usaha tersebut.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa ilmu ekonomi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran. Arti kata ekonomi dan ilmu ekonomi telah kalian pahami. Selanjutnya perlu kalian pahami pula arti ekonomi. Ekonomi ialah usaha atau kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai kemakmuran.
Dalam ekonomi ada tiga kegiatan utama, yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi. Produksi adalah kegiatan untuk menghasilkan barang atau meningkatkan manfaat barang guna memenuhi kebutuhan. Konsumsi adalah kegiatan memakai atau menghabiskan guna barang untuk memenuhi kebutuhan. Distribusi adalah penyaluran atau penyampaian barang dari produsen (pembuat) kepada konsumen (pemakai).
Adapun pranata ekonomi adalah sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa.
Fungsi pranata ekonomi secara umum sebagai berikut:
a. Mengatur konsumsi barang dan jasa.
b. Mengatur distribusi barang dan jasa.
c. Mengatur produksi barang dan jasa.

PRANATA SOSIAL Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ROBINN

0 komentar:

Posting Komentar